Beranda / Uncategorized / Prajurit TNI Mengajar di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY Tanamkan Nilai Pancasila kepada Pelajar

Prajurit TNI Mengajar di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY Tanamkan Nilai Pancasila kepada Pelajar

Asumanu, NTT — Dalam rangka menanamkan jiwa nasionalisme dan semangat cinta tanah air sejak dini di wilayah perbatasan RI-RDTL, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY SSK I Pos Maubusa melaksanakan kegiatan Tenaga Pendidik (Gadik) di SDI Beitaus, Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pratu Mursalim dan diikuti oleh puluhan siswa-siswi SDI Beitaus. Melalui kegiatan ini, personel Satgas memberikan edukasi serta wawasan kebangsaan sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter generasi muda di kawasan perbatasan. Kehadiran prajurit TNI di lingkungan sekolah merupakan wujud kepedulian Satgas yang tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga turut berperan dalam mendukung pendidikan dan membangun semangat kebangsaan generasi penerus bangsa.

Dalam pelaksanaannya, materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, pengenalan simbol-simbol negara, serta nilai-nilai dasar Pancasila. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan menyenangkan agar para siswa dapat memahami serta menghayati makna kebangsaan sesuai dengan usia dan tingkat pendidikan mereka. Para siswa juga diajak mengenal pentingnya persatuan, menghargai keberagaman, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Melalui pembelajaran tersebut, diharapkan nilai-nilai nasionalisme tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Komandan Pos Maubusa, Sertu Berkah, menyampaikan bahwa kegiatan tenaga pendidik merupakan salah satu bentuk kepedulian Satgas terhadap perkembangan pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak di wilayah perbatasan. Ia menjelaskan bahwa generasi muda, khususnya anak-anak yang tinggal di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste, merupakan bagian penting dari masa depan bangsa sehingga perlu dibekali wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air sejak dini. Menurutnya, pembinaan karakter dan penanaman jiwa patriotisme sejak usia sekolah dasar menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang memiliki semangat persatuan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Oleh karena itu, personel Satgas berupaya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan edukatif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak di wilayah penugasan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak semakin mengenal bangsa dan negaranya, memahami nilai-nilai Pancasila, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki rasa bangga dan cinta terhadap tanah air. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang kelak memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sertu Berkah. Ia juga menegaskan bahwa pengabdian prajurit di wilayah perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan pendidikan bagi masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan Pratu Mursalim tersebut menjadi salah satu upaya Satgas dalam memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat belajar, disiplin, dan memiliki cita-cita untuk membangun bangsa. Melalui kegiatan tenaga pendidik ini, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY SSK I Pos Maubusa berharap dapat turut membentuk generasi muda perbatasan yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *