Beranda / Uncategorized / Tembus Medan Ekstrem, Progres Jembatan Gantung Lowolaka di Ende Kian Melesat Capai 76,5 Persen

Tembus Medan Ekstrem, Progres Jembatan Gantung Lowolaka di Ende Kian Melesat Capai 76,5 Persen

ENDE, NTT — Upaya meningkatkan konektivitas dan roda perekonomian masyarakat di pedalaman Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan kemajuan pesat. Melalui Program Pembangunan Jembatan Garuda, prajurit Kodim 1602/Ende bersama warga setempat bergotong royong mengebut pembangunan dua unit jembatan di Kecamatan Wewaria dan Kecamatan Nangapanda.

Jembatan Gantung Garuda Sungai Lowolaka Capai Progres 76,5%
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang melintasi Sungai Lowolaka di Desa Fata’atuh Timur, Kecamatan Wewaria, kini telah mencapai realisasi 76,5% setelah 96 hari kerja.

Jembatan sepanjang 90 meter ini membentang di atas sungai selebar 70 meter dan dirancang untuk menjadi penyeberangan aman bagi warga, terutama saat musim penghujan ketika debit air sungai bisa meningkat hingga ketinggian 3 meter.

Kehadiran jembatan ini akan menghubungkan Desa Fata’atuh Timur ke Desa Aelipo dan Desa Aendoko, serta membawa manfaat langsung bagi 1.960 jiwa (472 KK) di kawasan tersebut. Saat ini, pengerjaan konstruksi seperti pembersihan lahan, perakitan besi gapura, hingga pembuatan bekisting telah tuntas 100%, sementara pengecoran pondasi telah mencapai 99,8%.

Sementara itu, di Desa Jegharangga, Kecamatan Nangapanda, pengerjaan Jembatan Beton Garuda sepanjang 15 meter juga berjalan lancar sesuai rencana dengan progres mencapai 34% pada hari ke-30 kerja.

Jembatan beton ini menghubungkan Desa Jegharangga dengan Desa Bheramari, yang menaungi total 2.476 jiwa (675 KK). Saat ini tim di lapangan telah menyelesaikan 100% penggalian lubang pondasi dan tengah memfokuskan pengerjaan pada pengecoran pondasi (60%), perakitan besi (50%), serta pengangkutan material ke lokasi.

Meski dihadapkan pada tantangan geografis—seperti jarak mobilisasi material dari pusat kota yang memakan waktu hingga 2,5 jam—semangat gotong royong tak surut. Sebanyak 20 personel TNI dari Kodim 1602/Ende dan 20 warga lokal bahu-membahu setiap hari di masing-masing lokasi pembangunan.

Dukungan cuaca yang cerah serta situasi wilayah yang aman dan terkendali turut mendukung kelancaran pengerjaan di lapangan. Pembangunan kedua jembatan ini diharapkan dapat segera rampung sehingga akses mobilitas, pendidikan, dan perekonomian warga antar-desa di Ende dapat terbuka lebar.

#Pendim1602ende

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *