ENDE – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di atas Sungai Lowolaka, Desa Fata’atuh Timur, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan progres signifikan. Memasuki hari kerja ke-57, pengerjaan fisik jembatan penyeberangan ini telah mencapai 70,5%, berjalan tepat sesuai target perencanaan (on schedule).
Pantauan di lapangan pada Rabu (16/9/2026), tim gabungan yang terdiri dari 20 personel TNI dan 20 warga setempat sibuk mempercepat perampungan struktur bawah dan pelapis jembatan. Agenda pengerjaan berfokus pada pengecoran rabat jembatan serta pengecoran pondasi seling angin di bagian tepi dekat sungai.
Kendati proses pengiriman material bangunan dihadapkan pada tantangan geografis—menempuh perjalanan darat sejauh 2,5 jam dari pusat Kota Ende—para pekerja dan personel TNI tetap bekerja ekstra demi menuntaskan proyek strategis warga ini tepat waktu.
Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diproyeksikan bakal menjadi penggerak roda ekonomi dan aksesibilitas antarwilayah. Infrastruktur ini akan memutus keterisoliran dengan menghubungkan Desa Fata’atuh Timur secara langsung ke Desa Aelipo dan Desa Aendoko.
Secara keseluruhan, jembatan ini akan membuka isolasi serta melayani mobilitas harian bagi 1.960 jiwa atau sekitar 472 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tiga desa penopang:
Desa Fata’atuh Timur: 1.025 jiwa (242 KK)
Desa Aelipo: 576 jiwa (140 KK)
Desa Aendoko: 359 jiwa (90 KK)
Masyarakat berharap dengan selesainya pembangunan jembatan ini kelak, akses anak-anak menuju sekolah, distribusi hasil pertanian, hingga akses layanan kesehatan dapat terhubung lebih cepat tanpa perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi derasnya arus Sungai Lowolaka.
(Pendim 1602/Ende)