Wujud Bakti di Garis Depan: Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Tebarkan Senyum Sehat di Wunabunggu
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WUNABUNGGU – Jauh dari hingar-bingar kota, di tengah bentang alam penugasan yang menantang, nyala semangat pengabdian TNI kepada rakyat tak pernah redup. Pelataran TK Wunabunggu menjadi saksi bisu hadirnya kehangatan di batas negeri. Personel kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY yang dipimpin oleh Komandan Peleton Kesehatan (Danton Kes), Lettu Ckm Arya Winata, S.Kes., Ftr., hadir membawa asa melalui pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat. Jumat (15/05/2026)
Kehadiran prajurit berseragam loreng ini tak ayal disambut senyum mengembang dari warga yang selama ini didera keterbatasan akses fasilitas medis. Tanpa sekat, tim kesehatan yang terdiri dari Serda Muamrin, Praka Cucut Artadi Nugroho, dan Prada Brian Toki, dengan sigap dan penuh kelembutan melayani satu per satu warga. Tensi darah diukur, asupan vitamin diberikan, dan obat-obatan disalurkan dengan telaten sesuai keluhan mereka.
Di balik kesigapan medis tersebut, terselip kisah-kisah humanis yang menyentuh hati. Ibu Yosina Keo dan Bapak Yutius Kiwo yang datang tertatih menahan nyeri tulang, perlahan mengukir senyum kelegaan setelah mendapatkan penanganan. Begitu pula dengan Ibu Weti Nakeo yang dibantu memulihkan kondisi tubuhnya yang melemah akibat turunnya nafsu makan, hingga Bapak Lerden yang akhirnya mendapatkan pengobatan tuntas untuk penyakit kulit yang dideritanya.
”Kami hadir di tanah Papua tidak hanya sebagai tameng keamanan, tetapi juga sebagai jawaban atas kesusahan rakyat,” ujar Lettu Ckm Arya Winata di sela pelayanannya.
“Melihat raut wajah warga yang kembali cerah setelah mendapatkan pengobatan adalah kehormatan dan kebahagiaan tak ternilai bagi kami sebagai prajurit kesehatan.”
Bagi masyarakat Wunabunggu, para prajurit ini bukan sekadar tenaga medis yang membagikan obat. Di tengah keterbatasan, mereka hadir menjelma sebagai sosok keluarga baru—tempat bersandar yang membawa harapan akan kualitas hidup yang lebih baik.
Kepedulian yang mengakar kuat di lapangan ini tak lepas dari visi komando di atasnya. Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedy Risdiantoro, S.I.P., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi personelnya.
Beliau menegaskan bahwa program kesehatan ini adalah wujud nyata dari roh Operasi Teritorial yang senantiasa mengedepankan sisi kemanusiaan.
”TNI lahir dari rahim rakyat, dan napas perjuangan kami adalah untuk rakyat. Apa yang dilakukan prajurit kami di Wunabunggu adalah implementasi dari nilai heroik yang sesungguhnya—yakni rela berkorban waktu, tenaga, dan keringat agar tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian dalam kesakitannya,” tegas Letkol Inf Dedy Risdiantoro.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya merawat kemanunggalan yang tak lekang oleh waktu. “Kami ingin saudara-saudara kami di Papua merasakan bahwa TNI adalah pelindung sekaligus keluarga. Lewat sentuhan pelayanan kesehatan ini, kami sedang merajut ikatan persaudaraan yang tulus, yang tak akan pernah mampu diputus oleh jarak maupun beratnya medan penugasan.”
Ketika kegiatan usai dengan situasi yang aman dan kondusif, denyut kehidupan di Wunabunggu terasa berbeda. Masyarakat kembali melangkah ke rumah masing-masing tidak hanya dengan menggenggam obat penawar sakit, tetapi juga membawa pulang ketenangan. Di garis depan perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Satgas Yonif 742/SWY kembali membuktikan bahwa senjata paling ampuh untuk menjaga kedaulatan adalah cinta kasih dan kepedulian kepada sesama.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar