Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Buleleng Capai Progres 39 Persen
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
*SERIRIT, (15/05/2026)* — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 1609/Buleleng terus menunjukkan progres yang positif dan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng tersebut menjadi salah satu sarana strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan pedesaan.
Pada pelaksanaan pekerjaan hari Kamis, sejumlah sasaran fisik terus dikerjakan secara bertahap. Progres signifikan terlihat pada pemasangan batu gunung lantai dasar pilon dan pengecoran yang telah mencapai 97 persen. Selain itu, pembesian pondasi tiang pylon dan bandul baik di tepi dekat maupun tepi jauh masing-masing telah mencapai 87 persen. Sementara itu, pekerjaan pengecoran pondasi tiang pylon dan bandul di kedua sisi jembatan telah mencapai 36 persen, sedangkan pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul mencapai 43 persen.
Di sektor pendukung, kegiatan dropping dan pelangsiran material terus dilakukan guna mendukung kelancaran pembangunan. Material berupa pasir, batu gunung, batu split, sirtu, papan cor, semen dan besi secara bertahap telah didistribusikan baik ke tepi dekat maupun tepi jauh lokasi pembangunan. Selain itu, pemasangan bowplank penggalian pondasi tapak di kedua sisi telah rampung 100 persen. Adapun jembatan yang dibangun memiliki panjang bentangan sungai 50 meter dan panjang total bentangan jembatan 60 meter.
Secara keseluruhan, progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda hingga saat ini telah mencapai 39 persen. Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan personel TNI AD dari Koramil sebanyak 15 orang serta dukungan dua personel Zibang. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian konstruksi agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Situasi selama pelaksanaan kegiatan terpantau aman dan terkendali dengan kondisi cuaca pagi hingga siang hari cerah, sedangkan sore hari dalam keadaan mendung. Untuk tahapan pekerjaan berikutnya, personel di lapangan akan melanjutkan pembesian pondasi tiang angkur serta pemasangan kropak tiang pylon guna mempercepat penyelesaian pembangunan sesuai target yang telah ditentukan.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar