Babinsa Pegayaman Kawal Pengukuran Lahan Proyek Shortcut Titik 9-10 di Dusun Kubu
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month 25 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukasda, 8 Mei 2026 –
Dalam rangka menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif, Babinsa Desa Pegayaman Koramil 1609-05/Sukasada, Serka Satriyo melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dan monitoring pengukuran lahan untuk proyek pembangunan jalan Shortcut titik 9-10 di Dusun Kubu Tembare, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.40 Wita hingga 14.00 Wita tersebut dilaksanakan bersama pihak pelaksana proyek dari PT Waskita dan PT Sinar Bali, serta melibatkan sejumlah warga yang sebelumnya masih menyampaikan keberatan terkait pembangunan shortcut yang melintasi lahan milik masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Manager Surveyor PT Waskita Bpk. Rival beserta staf dan pekerja, staf Kementerian Pekerjaan Umum Satker PJN 1 Provinsi Bali PPK 1.4 Provinsi Bali, serta tokoh masyarakat dan warga terdampak di antaranya Bpk. Marlan dan Ainul Yaqin.
Di sela kegiatan monitoring, Babinsa Pegayaman Serka Satriyo melaksanakan komunikasi sosial dengan warga guna memastikan situasi tetap kondusif serta membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pihak pelaksana proyek.
Dalam kesempatan tersebut, Bpk. Marlan menyampaikan bahwa pengerjaan proyek pembangunan jalan Shortcut titik 9-10 yang melewati wilayah Dusun Kubu sudah dapat dilanjutkan. Hal tersebut dikarenakan telah tercapainya kesepakatan dalam audiensi yang dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2026 bersama Danrem 163/Wira Satya.
Selain itu, melalui komunikasi via telepon dengan Babinsa Pegayaman, kuasa hukum warga yang sebelumnya masih menyampaikan keberatan, yakni Hilman, menyampaikan bahwa secara umum sudah tidak terdapat permasalahan terkait pengerjaan proyek pembangunan jalan shortcut yang melintasi lahan milik 14 warga.
Menurutnya, kesepakatan dapat tercapai karena adanya komitmen dari Danrem 163/Wira Satya yang akan membantu mengawal dana hibah untuk warga terdampak pembangunan proyek tersebut.
Meski demikian, pihak kuasa hukum warga meminta agar empat rumah milik warga yang terdampak proyek untuk sementara tidak dilakukan tindakan atau pembongkaran sampai terdapat penyelesaian lanjutan yang disepakati bersama.
Selama proses pengukuran lahan berlangsung, kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar tanpa adanya gangguan berarti. Kehadiran Babinsa di lapangan mendapat respon positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjadi penghubung komunikasi antara warga dan pihak pelaksana proyek.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD guna menjaga stabilitas wilayah, mempererat hubungan dengan masyarakat serta mendukung kelancaran program pembangunan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Koramil 1609-05/Sukasada melalui para Babinsa akan terus hadir di tengah masyarakat guna memastikan setiap kegiatan pembangunan di wilayah dapat berjalan aman, tertib dan tetap mengedepankan komunikasi serta musyawarah dengan masyarakat terdampak.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar