NTT, TTS — Upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan aparat kewilayahan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kali ini, Babinsa Koramil 1621-01/Kota SoE, Serda Ronal Dus Fallo, turun langsung menyambangi masyarakat di Pasar Desa Hane, Kecamatan Batuputih, Kabupaten TTS, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut dikemas melalui komunikasi sosial (komsos) bersama masyarakat dan aparat desa. Dalam kesempatan itu, Babinsa mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat melakukan aktivitas membersihkan kebun.
Serda Ronal mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan ketika membersihkan lahan. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan kebun dapat dengan mudah merembet dan meluas apabila tidak dikendalikan dengan baik.
“Keselamatan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membersihkan kebun dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Serda Ronal dalam kegiatan tersebut.
Selain memberikan imbauan, Babinsa bersama aparat desa juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap aturan yang berlaku. Apabila terjadi kebakaran yang terbukti bersumber dari kelalaian atau aktivitas pembukaan lahan oleh pemilik kebun, maka yang bersangkutan dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah tersebut bukan semata-mata untuk memberikan peringatan, tetapi sebagai bentuk pencegahan sejak dini agar masyarakat memahami risiko dan konsekuensi dari penggunaan api saat membersihkan lahan.
Pjs Danramil 1621-01/Kota SoE, Peltu Endet Sutisna, mengatakan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu cara efektif bagi Babinsa untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendeteksi berbagai potensi permasalahan di wilayah binaan.
“Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga untuk melakukan pencegahan. Edukasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan,” kata Peltu Endet Sutisna.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga kebunnya masing-masing, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai aktivitas membersihkan kebun justru menimbulkan kebakaran yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya. (Pen1621)


