Lookeu Timur, NTT — Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY dari SSK III Pos Lokeu berhasil menggagalkan aksi penyelundupan satu unit sepeda motor jenis Suzuki Satria FU menuju Timor Leste di jalur tidak resmi Desa Lookeu Timur, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Kamis (05/11/2026) dini hari. Aksi penggagalan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pos (Danpos) Lokeu Letda Arh Raul Yuana Saputra bersama empat orang anggotanya melalui skema patroli malam dan penyergapan (ambush) yang terencana. Operasi pengamanan wilayah perbatasan ini merupakan tindak lanjut cepat atas instruksi Komandan SSK III Kapten Arh Fandy Ahmad usai menerima informasi terkait indikasi perlintasan barang secara ilegal di tapal batas. Berkat kesiapsiagaan prajurit yang menyusuri medan terjal sejauh kurang lebih 2,6 kilometer, upaya peredaran barang keluar dari wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia berhasil dipatahkan.
Kronologi penggagalan bermula sekitar pukul 01.05 WITA saat salah seorang anggota patroli, Pratu Fahmi, mendeteksi pergerakan satu orang tidak dikenal (OTK) yang sedang menuntun sepeda motor menuruni jalan setapak menuju garis perbatasan kedua negara. Mengetahui target melintas di titik penindakan, Letda Arh Raul Yuana Saputra bersama tim ambush segera bergerak taktis keluar dari posisi pengendapan untuk melakukan penangkapan. Merasa terkejut dengan sergapan mendadak aparat TNI di tengah kepekatan malam, pelaku seketika kabur meninggalkan kendaraannya dan menghilang ke dalam rimbunnya hutan perbatasan. Mengingat faktor keamanan personel serta medan jurang yang berisiko, pengejaran dihentikan pada pukul 01.20 WITA agar tim dapat memfokuskan tindakan pada penyisiran area dan pengamanan barang bukti.
Usai operasi berlangsung, Danpos Lokeu Letda Arh Raul Yuana Saputra menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti kesiapsiagaan personel dalam memetakan serta menutup celah jalur tikus yang rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan lintas batas. Ia menjelaskan bahwa pelaku diduga sengaja memanfaatkan kesunyian dini hari guna meloloskan kendaraan bermotor tanpa dokumen resmi ke wilayah Timor Leste. “Kami tidak akan pernah memberi ruang sedikit pun bagi segala bentuk aktivitas ilegal di sepanjang tapal batas dan akan terus meningkatkan intensitas patroli demi menegakkan kedaulatan negara,” tegas Letda Arh Raul Yuana Saputra. Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan penindakan ini tidak lepas dari koordinasi berjenjang yang solid antarpimpinan serta ketajaman analisis informasi yang diperoleh di lapangan.
Rangkaian penindakan di perbatasan resmi tuntas pada pukul 01.35 WITA ketika tim tiba kembali di Pos Lokeu dengan membawa satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU dalam kondisi aman. Komandan SSK III Kapten Arh Fandy Ahmad selanjutnya melaporkan perolehan barang bukti tersebut kepada Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur. Saat ini jajaran Satgas Pamtas tengah berkoordinasi intensif dengan instansi kepolisian serta pihak terkait untuk melacak nomor rangka dan nomor mesin guna mengungkap asal-usul kepemilikan kendaraan roda dua tersebut. Keberhasilan ini kembali mempertegas komitmen penuh prajurit Yonarhanud 14/PWY dalam mengamankan kedaulatan perbatasan darat serta mencegah kerugian negara dari praktik penyelundupan ilegal.


