KARANGASEM – Merespons kejadian tanah longsor yang menutupi badan jalan, Babinsa Desa Bugbug, Koramil 1623-01/Karangasem, Sertu I Nyoman Sumantra bergerak cepat melakukan penanganan di Jalan Sanghyang Ambu dan kawasan Pura Segara Samuh, Dusun Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Senin (2/11/2026).
Tanah longsor tersebut diperkirakan terjadi pada malam hari akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Karangasem. Kondisi tanah yang menjadi labil menyebabkan terjadinya pergerakan tanah di sejumlah titik.
Selain menutupi sebagian badan jalan, longsoran juga mengakibatkan jebolnya tembok pondasi pagar Vila Neano Resort sepanjang kurang lebih 15 meter dengan ketinggian sekitar 2,5 meter.
Sejak pukul 07.00 Wita, Babinsa Desa Bugbug Sertu I Nyoman Sumantra bersama Bhabinkamtibmas Desa Bugbug Aiptu I Kadek Pringga Weda langsung turun ke lokasi untuk mengoordinasikan proses pembersihan material longsor.
Keduanya turut mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi guna memastikan kendaraan tetap dapat melintas dengan aman dan lancar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan akibat material longsoran yang masih menutupi sebagian jalan.
Tidak hanya melakukan pembersihan, petugas juga melaksanakan pengecekan di sekitar kawasan Pura Segara Samuh serta lokasi tembok pagar yang mengalami kerusakan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan aman dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan kepada BPBD Kabupaten Karangasem agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan penanganan bencana.
Seluruh kegiatan pembersihan dan pengecekan selesai sekitar pukul 12.00 Wita. Situasi di lokasi terpantau aman dan tertib, sementara akses lalu lintas yang sebelumnya terganggu kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.
Melalui kejadian tersebut, Babinsa mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, retakan pada permukaan tanah, maupun kondisi lain yang berpotensi menimbulkan bencana longsor.


