KUPANG – Komitmen TNI dalam mendukung penegakan disiplin serta mewujudkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas ditunjukkan melalui kehadiran Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Kupang, Letkol Cpm Dian Permana, dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Turangga Tahun 2026 Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (26/10/2026).
Apel yang berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polda NTT, Jalan Jenderal Soeharto, Kota Kupang, dipimpin Kapolda NTT Irjen Pol Reza Arief Dewanto, S.I.K. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam, Asops Kasdam XXVII/Sobe Sonbai Kolonel Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M.Tr.(Han), unsur TNI-Polri, jajaran pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Sekitar 300 personel gabungan mengikuti apel tersebut.
Kehadiran Dandenpom Kupang menjadi bagian dari dukungan unsur TNI dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi, khususnya dalam mendukung terciptanya ketertiban berlalu lintas. Keterlibatan unsur Polisi Militer juga mencerminkan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keselamatan bersama di jalan raya.
Dalam amanat pimpinan apel, disampaikan bahwa Operasi Patuh Turangga 2026 dilaksanakan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini menyasar berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas, seperti penggunaan telepon seluler saat berkendara, tidak menggunakan helm, melawan arus, berkendara melebihi batas kecepatan, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, serta ketidaklengkapan surat dan perlengkapan kendaraan.
Pelaksanaan operasi mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta masyarakat. Sinergi TNI-Polri bersama instansi terkait diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.
Melalui kehadiran Dandenpom Kupang, Letkol Cpm Dian Permana, dalam kegiatan tersebut, dukungan terhadap penguatan disiplin dan kerja sama antarlembaga di wilayah NTT terus ditunjukkan. Upaya bersama ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya budaya berlalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.


