Beranda / KODAM IX UDAYANA / Estafet Kepemimpinan Desa Adat Kelusa Resmi Berlanjut, Babinsa Hadir Perkuat Sinergitas

Estafet Kepemimpinan Desa Adat Kelusa Resmi Berlanjut, Babinsa Hadir Perkuat Sinergitas

Gianyar – Payangan, Minggu (25/10/2026) Pengukuhan prajuru baru menjadi momentum penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan memperkuat tata kelola Desa Adat Kelusa. Babinsa Desa Kelusa Koramil 1616-07/Payangan, Serda I Wayan Martika, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu I Wayan Muriana, menghadiri sekaligus mendukung pengamanan Upacara Pengukuhan dan Pajaya-jayaan Prajuru Desa Adat Kelusa yang berlangsung di Wantilan Pura Desa Adat Kelusa, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Upacara tersebut dihadiri perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar, I Wayan Ambon, MDA Kecamatan Payangan Ketut Arta, Sekcam Payangan I Wayan Asta, Kapolsek Payangan AKP I Putu Budi Artama, S.H., M.H., Perbekel Kelusa I Wayan Artika, Ketua BPD Desa Kelusa Cokorda Rai Astawa, serta para bendesa adat, prajuru, kelian adat, kelian banjar dinas, tokoh masyarakat, pecalang, dan krama Desa Adat Kelusa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta laporan Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Adat Kelusa. Acara dilanjutkan dengan pembacaan petikan keputusan oleh MDA Kecamatan Payangan, pengukuhan Bendesa Adat dan prajuru baru, serta penandatanganan berita acara Pajaya-jayaan. Kegiatan kemudian diisi dengan sambutan para pejabat dan tokoh adat, foto bersama, ramah tamah, serta penutup.

Dalam upacara tersebut, I Ketut Suarbawa resmi dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Kelusa bersama jajaran prajuru untuk masa ayahan Isaka Warsa 1948–1953 atau masa bakti 2026–2031. Susunan prajuru yang dikukuhkan meliputi Ngakan Putu Suastama sebagai Patajuh, I Dewa Nyoman Putra Budiana sebagai Panyarikan, dan I Wayan Trima sebagai Patengen.

Dalam sambutannya, Perbekel Kelusa menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran prajuru yang baru sekaligus menekankan pentingnya kerja sama yang harmonis antara pemerintah desa dinas dan desa adat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keamanan dan keharmonisan wilayah Desa Kelusa.

Sementara itu, perwakilan MDA Kabupaten Gianyar mengingatkan bahwa upacara Pamikukuh miwah Pajaya-jayaan merupakan bentuk pengesahan kepemimpinan prajuru secara sekala dan niskala. Para prajuru diharapkan senantiasa berpedoman pada awig-awig, pararem, dan dresta setempat dalam menjalankan tugas, serta menjaga persatuan melalui prinsip “sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka”.

Bendesa Adat Kelusa yang baru, I Ketut Suarbawa, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengajak seluruh krama untuk bersama-sama menjaga keharmonisan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan serta menaati awig-awig demi kemajuan desa adat. Dukungan dan kerja sama seluruh krama menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab kepengurusan selama masa bakti yang baru.

(Pendim 1616/Gianyar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *