KARANGASEM — Tim Pengendalian dan Pengawasan (Dalwas) Denzibang IX/Udayana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karangasem untuk memeriksa progres pembangunan Jembatan Garuda, yang berlokasi di Desa Bukit dan Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem. Kegiatan berlangsung pada Kamis, (22/10/26), dan didampingi sepenuhnya oleh Danramil 1623-01/Karangasem serta jajaran Kodim 1623/Karangasem.
Rombongan Tim Dalwas yang dipimpin oleh Letkol Czi Gede Arananda, serta beranggotakan Pelda Nyoman Darta dan Sertu Putu Pariawan, tiba terlebih dahulu di Makodim 1623/Karangasem pada pukul 08.15 Wita. Tim disambut langsung oleh Pasiter Kodim 1623/Karangasem Kapten Inf Komang Sumadana, Danramil 1623-01/Karangasem Kapten Inf Arif Budi Santoso, serta perangkat Desa Bukit dan Babinsa setempat di Aula Makodim.
Selanjutnya, tim menuju lokasi pembangunan Jembatan Garuda di Banjar Dinas Kebon Bukit, Desa Bukit, yang tiba pada pukul 09.20 Wita. Di lokasi, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, serta memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku.
Pukul 10.06 Wita, tim meninggalkan lokasi Desa Bukit dan melanjutkan peninjauan ke lokasi kedua, yaitu Jembatan Garuda di Tukad Gambang, Desa Seraya Tengah, yang tiba pada pukul 10.50 Wita. Di lokasi ini juga dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap progres pembangunan guna memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. Seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan selesai pada pukul 11.50 Wita dan berjalan dengan aman serta lancar.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Dalwas memberikan beberapa penekanan teknis kepada pelaksana pembangunan. Antara lain, pemasangan H-beam, WF, dan LWF harus benar-benar mengacu pada gambar teknis agar volume dan struktur jembatan sesuai standar. Pengecoran juga diwajibkan diselesaikan secepatnya dan diupayakan tanpa sambungan; jika terpaksa menyambung, harus menggunakan bahan penyambung yang tepat agar cor tidak retak dan permukaan tetap rata.
Selain itu, tim mengingatkan agar pembelian material disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak ada yang terbuang. Apabila ada hal teknis yang belum dipahami, pelaksana dipersilakan berkoordinasi langsung dengan Danden melalui telepon atau WhatsApp. Terakhir, ketersediaan material seperti pasir, koral, semen, dan urugan harus dipastikan tersedia cukup untuk menyelaraskan kondisi jalan dan tinggi jembatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin pembangunan berjalan tertib, transparan, dan akuntabel, sehingga Jembatan Garuda nantinya dapat berfungsi optimal dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar akses masyarakat ke fasilitas umum, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan pertumbuhan ekonomi warga setempat.


