Gianyar – Gianyar, Selasa (20/10/2026) Kekayaan wastra Bali tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai karya kreatif yang bernilai tinggi. Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” Goes to Gianyar yang digelar di Balai Budaya Gianyar, Kecamatan Gianyar, dengan melibatkan sejumlah desainer lokal Bali.
Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., beserta ibu menghadiri kegiatan yang diselenggarakan Dekranasda Provinsi Bali tersebut. Acara ini menjadi ruang bagi para desainer untuk menampilkan kreativitas dalam mengolah kekayaan wastra lokal menjadi karya busana yang menarik, sekaligus memperluas pengenalan produk budaya Bali kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Bupati Gianyar I Made Mahayastra, S.St.Par., M.A.P., Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., beserta ibu, Kapolres Gianyar AKBP James I.S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., beserta ibu, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Ketut Sudarsana, S.T., M.Si., beserta ibu, Ketua Pengadilan Negeri Gianyar Putu Endru Sonata, S.H., M.H., beserta ibu, Danyon Zipur 18/YKR Letkol Czi Alex Yudianto, S.H., M.M., M.Tr.Mil., beserta ibu, perwakilan Kejaksaan Negeri Gianyar, serta kepala OPD terkait di lingkungan Setda Kabupaten Gianyar.
Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan apresiasi atas dukungan Dekranasda Provinsi Bali sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara di Gianyar, daerah yang dikenal sebagai salah satu pusat seni dan budaya Bali. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan wadah bagi desainer dan perajin untuk memperlihatkan kreativitas, inovasi, serta potensi wastra Hitakara kepada masyarakat luas.
Ia berharap kegiatan tersebut membuka peluang bagi desainer dan perajin lokal untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran hingga tingkat nasional dan internasional, serta memperkuat daya saing industri kreatif tanpa meninggalkan akar budaya Bali.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menegaskan bahwa wastra tidak hanya memiliki nilai keindahan, tetapi juga mengandung filosofi dan identitas budaya yang perlu dijaga. Ia menyoroti pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan keterampilan di bidang sandang, termasuk menenun dan merancang busana, agar keberadaan perajin tetap berkelanjutan dan warisan budaya dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mencontohkan kain Gringsing yang memiliki filosofi dan makna budaya tersendiri. Menurutnya, penggunaan wastra merupakan salah satu bentuk nyata dalam merawat tradisi sekaligus mendukung keberlangsungan para penenun, perajin, dan pelaku industri kreatif Bali.
Rangkaian acara berlangsung dengan penayangan video profil Dekranasda Provinsi Bali, pembukaan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, dan Mars Dekranas, dilanjutkan sambutan serta pertunjukan seni. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari garapan Naluri Manca, *lighting show* dan video teaser, peragaan busana adat pengantin oleh Turah Mayun AAA, serta penampilan musik Gus Teja.
Puncak acara diisi peragaan busana dari Taksu Design, Dika Saskara, Gutz Etnik, Deluxe, Kembang Sari, serta Body & Mind, yang menampilkan beragam kreasi berbasis wastra lokal. Parade seluruh model menutup rangkaian kegiatan yang mempertemukan nilai tradisi dengan kreativitas desain masa kini.
(Pendim 1616/Gianyar)


