Beranda / KODAM SOBE SON BAI / Tulisan di Tas Seorang Casis Ini Bikin Dandim 1621/TTS Terdiam, Pesannya Menyentuh Hati

Tulisan di Tas Seorang Casis Ini Bikin Dandim 1621/TTS Terdiam, Pesannya Menyentuh Hati

NTT, TTS — Di tengah ramainya proses seleksi calon prajurit TNI AD di Makodim 1621/Timor Tengah Selatan, ada satu pemandangan sederhana yang justru mencuri perhatian. Bukan karena seragam, nilai, ataupun postur peserta, melainkan sebuah tulisan tangan di sebuah tas berwarna cokelat yang dibawa seorang calon siswa (Casis).

“Untuk Mama… Doakan saja anakmu ini, Mama. Soal gagal dan mati itu urusanku dengan Tuhan.”
Kalimat sederhana itu sontak membuat Komandan Kodim 1621/TTS, Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo, berhenti sejenak. Ia membaca setiap katanya dengan saksama sebelum akhirnya menghampiri dan merangkul sang Casis.

Bagi Dandim, tulisan tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan gambaran tekad seorang anak yang rela mempertaruhkan segalanya demi menggapai cita-cita dan membanggakan ibunya.

“Di antara banyak peserta, anak ini memiliki cara yang berbeda untuk menyemangati dirinya sendiri. Ia tidak banyak bicara, tetapi isi tasnya berbicara tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta kepada orang tua,” ujar Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo.

Menurutnya, menjadi prajurit bukan hanya soal fisik yang kuat, tetapi juga memiliki mental baja dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai itulah yang ia lihat dari sosok Casis tersebut.

“Saya melihat semangat juangnya luar biasa. Tidak semua orang berani menuliskan isi hatinya seperti itu. Tulisan itu menunjukkan bahwa ia datang membawa harapan keluarga, terutama ibunya. Semangat seperti ini harus dijaga, karena prajurit sejati lahir dari hati yang tulus dan tekad yang kuat,” ungkap Dandim.

Dandim pun memberikan motivasi secara langsung kepada Casis tersebut agar tetap percaya diri dan terus berjuang hingga akhir seleksi.

“Jangan pernah menyerah hanya karena satu kegagalan. Teruslah berusaha, berdoa, dan hormati orang tua. Hasil akhir memang ditentukan oleh Tuhan, tetapi perjuangan adalah pilihan kita. Apa pun hasilnya nanti, kamu sudah membuktikan bahwa kamu adalah anak yang berani bermimpi dan berjuang,” pesannya.

Momen sederhana ketika Dandim merangkul Casis itu sontak mengundang perhatian para anggota dan peserta lainnya. Tidak sedikit yang mengaku tersentuh oleh pesan yang tertulis di tas tersebut.

Di balik proses seleksi yang penuh tantangan, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang anak-anak bangsa yang datang membawa harapan keluarga. Ada yang ingin mengangkat derajat orang tua, ada yang ingin mengabdi kepada negara, dan ada pula yang memilih menuliskan seluruh semangatnya di sebuah tas sederhana.

Mungkin, bagi sebagian orang tulisan itu hanyalah tinta di atas kain. Namun bagi seorang ibu, itu adalah doa. Dan bagi seorang calon prajurit, itu adalah janji yang sedang diperjuangkan.

Hari itu, di Makodim 1621/TTS, bukan hanya seleksi yang berlangsung. Ada pelajaran tentang cinta seorang anak kepada ibunya, tentang keberanian menghadapi kegagalan, dan tentang seorang Komandan yang mampu melihat semangat juang dari hal yang paling sederhana. (Pen1621)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *