Beranda / KODAM IX UDAYANA / Junjung Tradisi Lokal, Personel Pos Fohuk Hadiri Adat Mengantar Pernikahan di Desa Loonuna

Junjung Tradisi Lokal, Personel Pos Fohuk Hadiri Adat Mengantar Pernikahan di Desa Loonuna

Loonuna, NTT — Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah perbatasan, personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY dari SSK II Pos Fohuk mengikuti kegiatan adat mengantar pernikahan atau ketuk pintu di Desa Loonuna, Kecamatan Lakmanen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Pratu Galih dan Pratu Sinaga sebagai bentuk kehadiran Satgas dalam kehidupan sosial masyarakat setempat. Tradisi ketuk pintu merupakan bagian dari prosesi adat yang menyertai rangkaian pernikahan dan mencerminkan nilai-nilai budaya yang dijunjung oleh masyarakat. Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, personel Pos Fohuk berupaya membangun kedekatan sekaligus menjaga hubungan baik dengan warga di wilayah penugasan.

Partisipasi personel Satgas dalam kegiatan adat ini menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis untuk menjalin komunikasi dan memperkuat kebersamaan bersama masyarakat. Selain melaksanakan tugas pokok pengamanan perbatasan, personel Satgas juga berupaya hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dengan tetap menghormati adat istiadat yang berlaku. Interaksi dalam prosesi mengantar pernikahan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan pemahaman terhadap tradisi masyarakat setempat. Dengan demikian, kehadiran Satgas tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mendukung terciptanya hubungan yang harmonis antara prajurit dan masyarakat di wilayah perbatasan.

Komandan Pos Fohuk, Letda Arh Kustiono Khoirul Arifin, menyampaikan bahwa keterlibatan personel dalam kegiatan adat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar pos. “Kami berupaya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, menghormati adat istiadat setempat, serta menjalin komunikasi yang baik sebagai bagian dari pengabdian Satgas di wilayah perbatasan,” ujar Letda Arh Kustiono Khoirul Arifin. Ia menjelaskan bahwa hubungan yang harmonis dapat dibangun melalui kepedulian, komunikasi, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial yang dilaksanakan masyarakat. Menurutnya, penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal merupakan hal penting dalam menjaga kebersamaan serta memperkuat kepercayaan antara personel Satgas dan warga.

Kegiatan adat mengantar pernikahan atau ketuk pintu di Desa Loonuna menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di wilayah perbatasan RI-RDTL. Keterlibatan Pratu Galih dan Pratu Sinaga menunjukkan komitmen personel Pos Fohuk untuk menjalin hubungan yang positif dengan masyarakat melalui kegiatan yang menghormati kearifan lokal. Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY melalui Pos Fohuk terus mengedepankan pendekatan humanis dalam membangun komunikasi dan hubungan sosial dengan warga di wilayah penugasan. Diharapkan, hubungan yang terjalin dengan baik dapat semakin memperkuat persaudaraan, menjaga keharmonisan, dan mendukung pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *