Beranda / KODAM IX UDAYANA / TMMD Ke-130 Kodim Klungkung Percepat Pembangunan Sumur Bor untuk Warga Desa Tihingan

TMMD Ke-130 Kodim Klungkung Percepat Pembangunan Sumur Bor untuk Warga Desa Tihingan

**Klungkung** — Setelah sepekan lebih bergulir, geliat pembangunan yang menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 1610/Klungkung kian terasa di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan. Memasuki hari kedelapan, personel satgas bersama warga mulai menggarap salah satu pekerjaan tambahan berupa pengeboran sumur untuk kebutuhan air bersih. Titik pengeboran dipusatkan di halaman Kantor Desa Tihingan.

Rencana teknisnya, sumur bor tersebut akan ditembus hingga kedalaman 82 meter. Penetapan angka itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pihak satgas telah lebih dulu berkoordinasi dengan teknisi ahli untuk memastikan titik dan kedalaman bor mampu menyadap sumber air yang memadai. Harapannya, pada kedalaman tersebut sudah diperoleh debit air dengan kualitas yang layak untuk dikonsumsi warga.

Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 1610/Klungkung, Letkol Kav Sidik Pramono, S.Sos., M.M., M.Han., menegaskan bahwa kehadiran sumur bor ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan air bersih warganya. Menurut dia, akses air bersih adalah kebutuhan paling dasar, sehingga keberadaannya harus benar-benar terjamin, terlebih bagi wilayah yang selama ini kerap kesulitan mendapat pasokan air layak pakai.

“Koordinasinya sudah kami lakukan dengan teknisi. Dari situ kami rencanakan kedalaman 82 meter. Mudah-mudahan pada titik itu air yang keluar sudah cukup dan kualitasnya baik,” jelas Letkol Kav Sidik Pramono.

Bukan hanya sekadar menyelesaikan pengeboran, satgas juga menyiapkan sistem distribusinya. Sumur bor nantinya akan disambungkan ke tandon penampung yang sudah berdiri di kompleks kantor desa. Dari sana, air dialirkan melalui jaringan perpipaan sederhana menuju permukiman warga di sekitar lokasi. Dengan skema itu, manfaatnya diharapkan terus dirasakan warga jauh setelah kegiatan TMMD berakhir, termasuk ketika musim kemarau datang dan kebutuhan air meningkat.

Dari pihak desa, Plt Perbekel Tihingan, Anak Agung Rai Astuti, menyambut baik pekerjaan tersebut. Ia menilai sumur bor ini menjadi jawaban atas kekhawatiran warga soal ketersediaan air, khususnya saat kondisi darurat. “Semoga ini menjadi solusi jangka panjang, terutama ketika kami benar-benar membutuhkan air secara mendesak,” ujarnya.

Kegiatan TMMD Ke-130 sendiri tidak berhenti pada pembangunan fisik. Rangkaian program turut menyertakan penyuluhan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Semua itu dikemas dalam semangat gotong royong yang menyatukan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui kolaborasi semacam ini, pembangunan di pedesaan diharapkan berjalan lebih merata sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pengeboran sumur di Desa Tihingan menjadi potret nyata bagaimana pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar mampu membawa perubahan berarti. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, warga Tihingan dan sekitarnya akan menikmati akses air bersih yang lebih stabil, aman, dan berkelanjutan.

*(Pendim 1610/Klungkung)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *