Beranda / KODAM RINAMBORA / Babinsa Koramil Utan Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Kekurangan Air

Babinsa Koramil Utan Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Kekurangan Air

Utan, Sumbawa – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi petani, Babinsa Desa Pukat Koramil 1607-09/Utan Rhee, Sertu Edison, menghadiri kegiatan koordinasi terkait keluhan dan permasalahan kekurangan air bagi petani akibat terbatasnya distribusi air Bendungan Beringin Sila pada musim tanam.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Pengairan Kecamatan Utan, Selasa (20/10/2026), tersebut menjadi forum koordinasi antara unsur pemerintah kecamatan, pengelola pengairan, pemerintah desa, perwakilan kelompok petani pemakai air, serta pihak terkait lainnya untuk mencari solusi atas keterbatasan pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Kehadiran Babinsa sebagai aparat kewilayahan merupakan bentuk peran aktif TNI AD dalam mendukung kepentingan masyarakat, khususnya petani yang tengah menghadapi kendala pengairan pada musim tanam. Melalui kegiatan tersebut, Babinsa turut mengikuti pembahasan dan mendorong koordinasi antarpihak agar permasalahan yang dihadapi petani dapat ditangani secara tepat.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan kelompok petani menyampaikan keluhan mengenai kurangnya pasokan air untuk mengairi lahan persawahan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan berdampak terhadap hasil panen apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Pihak pengelola pengairan menjelaskan bahwa ketersediaan air Bendungan Beringin Sila saat ini terbatas, sementara kebutuhan pengairan terus meningkat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, luas lahan yang telah ditanami mencapai sekitar 586 hektare, sedangkan kemampuan pasokan air belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan seluruh lahan tersebut.

Permasalahan ini turut dibahas bersama unsur pemerintah kecamatan dan pihak terkait untuk mencari langkah penanganan yang memungkinkan, dengan tetap memperhatikan kondisi teknis jaringan irigasi serta kebutuhan air bagi masyarakat. Selain kebutuhan pertanian, pemenuhan air untuk pelayanan masyarakat juga menjadi perhatian dalam pengelolaan sumber daya air yang tersedia.

Melalui diskusi bersama, pihak pengelola pengairan menyampaikan upaya pengaturan distribusi air dengan debit sekitar 89 liter per detik selama enam hari guna membantu memenuhi kebutuhan pengairan dan menyelamatkan tanaman petani yang terdampak. Dari total lahan yang telah ditanami, diperkirakan sekitar 186 hektare masih mengalami kekurangan air sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Babinsa sebagai aparat kewilayahan senantiasa mendukung upaya penyelesaian permasalahan masyarakat melalui komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan pemerintah serta instansi terkait. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mencari solusi atas kendala yang terjadi di wilayah binaan.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan distribusi air irigasi dapat diatur secara efektif dan proporsional, sehingga kebutuhan petani dapat terbantu, pertumbuhan tanaman tetap terjaga, serta risiko gagal panen dapat diminimalkan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Babinsa Koramil 1607-09/Utan Rhee untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu mengawal kepentingan warga, serta mendukung keberhasilan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Utan.

(Pendim 1607/Sumbawa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *