SUMBAWA BARAT– Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat pelayanan publik dan membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan Forum Yasinan (Pelayanan Sentra Inklusif Andalan), Kamis (15/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di Central Kediaman Wakil Bupati, Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., MM.Inov., dan dihadiri sekitar 80 orang.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1628/Sumbawa Barat diwakili oleh Dan Unit Kodim 1628/Sumbawa Barat, Letda Inf. Dompu Wijaya. Turut hadir Kapolres Sumbawa Barat yang diwakili Kapolsek Sekongkang, Ipda Abdul Gafir, Danramil 1628-01/Taliwang Kapten Inf. Saifullah, para asisten pemerintah daerah, kepala dinas dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumbawa Barat Saifullah, S.IP., para camat, lurah, kepala desa, Agen PDPGR, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah di Masjid Asy Syakirin, Lingkungan Muhajirin, dilanjutkan makan bersama dan salat Isya berjamaah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari sejumlah perangkat daerah, diskusi dan tanya jawab, serta arahan Wakil Bupati Sumbawa Barat.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., menjelaskan sejumlah program pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Berdasarkan hasil analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), terdapat wilayah yang memerlukan perhatian terkait kondisi pangan dan gizi. Sebagai tindak lanjut, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan intervensi kepada kelompok masyarakat rentan, khususnya bayi, balita, dan ibu hamil, melalui pemberian makanan tambahan.
Selain itu, pemerintah daerah melaksanakan Gerakan Selamatkan Pangan melalui sosialisasi dan edukasi di 32 sekolah dasar. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada anak-anak tentang pentingnya menghargai makanan, menghindari pemborosan pangan, dan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan, termasuk mendukung optimalisasi manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas Ketahanan Pangan juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah melalui pemberian bibit tanaman dan benih kepada kelompok dasawisma di desa dan kelurahan. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus membuka peluang penambahan pendapatan melalui hasil pertanian pekarangan.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat, Drs. Tajuddin, M.Si., menyampaikan materi mengenai pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, pencegahan korupsi, reformasi birokrasi, serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan dilakukan melalui audit atau pemeriksaan, reviu, monitoring, evaluasi, serta bentuk pengawasan lainnya sesuai ketentuan. Setiap pengaduan masyarakat terlebih dahulu ditelaah berdasarkan substansi, kelengkapan informasi, dan bukti pendukung sebelum ditentukan langkah tindak lanjutnya.
Kepala Inspektorat juga menekankan pentingnya koordinasi antara perangkat daerah dan Inspektorat, termasuk dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan secara tepat waktu. Dengan demikian, pengawasan diharapkan menjadi instrumen pembinaan dan perbaikan untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Memasuki sesi diskusi dan tanya jawab, forum memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, usulan, dan persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing. Wakil Bupati Sumbawa Barat menegaskan bahwa Forum Yasinan merupakan wadah komunikasi terbuka agar pemerintah daerah dapat mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan mencari solusi bersama.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyoroti sejumlah persoalan yang perlu ditindaklanjuti, di antaranya usulan masyarakat mengenai keberadaan polisi tidur di jalan menuju Jembatan Dasan Anyar. Ia meminta pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait melakukan koordinasi serta meninjau manfaat dan dampaknya terhadap keselamatan pengguna jalan maupun kelancaran lalu lintas.
Wakil Bupati juga meminta agar pelaksanaan tugas Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kecamatan Brang Rea dievaluasi untuk memastikan pendampingan kepada petani berjalan optimal. Apabila ditemukan kekurangan, perlu dilakukan pembinaan dan langkah perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, perhatian khusus diberikan terhadap perkembangan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui gerakan KSB Sadar STBM. Para camat didorong untuk melaporkan langkah konkret yang telah dilakukan, koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, capaian program, serta berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Wakil Bupati berharap desa atau wilayah yang telah menunjukkan kemajuan dalam penerapan STBM dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya. Dengan demikian, program sanitasi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Kehadiran perwakilan Kodim 1628/Sumbawa Barat dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung program pembangunan daerah. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai persoalan masyarakat diharapkan dapat ditangani secara tepat dan berkelanjutan.
Kegiatan Forum Yasinan ditutup dengan doa dan berakhir pada pukul 21.31 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan lancar.
(Pendim 1628/KSB)


