Takirin, NTT — Dalam rangka membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY SSK II Pos Fatubesi Atas melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Wakil Komandan Pos Fatubesi Atas Serda Burhan bersama Pratu Delviero dan Pratu Ikhwan M. Penyuluhan pertanian ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Satgas dalam mendukung masyarakat perbatasan, khususnya melalui peningkatan pemahaman mengenai cara bercocok tanam yang baik dan tepat. Melalui kegiatan tersebut, personel Satgas berupaya memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat untuk mendukung peningkatan hasil pertanian.
Dalam pelaksanaannya, personel Satgas memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan teknik bercocok tanam secara baik, mulai dari persiapan hingga perawatan tanaman agar hasil yang diperoleh dapat lebih optimal. Materi penyuluhan disampaikan secara sederhana dan komunikatif sehingga dapat dipahami serta diterapkan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat setempat. Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos., menegaskan bahwa keberadaan Satgas di wilayah perbatasan tidak hanya berorientasi pada aspek pengamanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan bermanfaat, termasuk mendukung masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan di bidang pertanian,” ujar Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos.
Lebih lanjut, Dansatgas menyampaikan bahwa penyuluhan pertanian merupakan bagian dari upaya Satgas untuk membangun komunikasi dan hubungan yang semakin erat dengan masyarakat di wilayah penugasan. Ia menilai bahwa peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sektor pertanian dapat memberikan dampak positif terhadap ketersediaan pangan sekaligus mendukung perekonomian keluarga. Kehadiran personel Satgas diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga masyarakat semakin memahami cara bercocok tanam yang efektif sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Yonarhanud 14/PWY untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Takirin berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat yang mengikuti kegiatan. Interaksi yang terjalin selama penyuluhan menjadi momentum bagi personel Satgas untuk mendengarkan berbagai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan. Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY akan terus mendorong berbagai kegiatan teritorial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pengabdian di wilayah perbatasan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara TNI dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan serta ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Belu.


