Beranda / Uncategorized / Babinsa Hadiri Musyawarah Festival Pangan B2SA di Santian, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

Babinsa Hadiri Musyawarah Festival Pangan B2SA di Santian, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

NTT, TTS — Upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) terus mendapat perhatian lintas sektor di Kecamatan Santian, (26/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Babinsa Kecamatan Santian, Sertu Bosko Tamonob dan Kopda Johan Nokas, yang turut mengikuti rangkaian musyawarah bersama unsur pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan pangan lokal serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang lebih beragam dan bergizi.

Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Timor Tengah Selatan beserta rombongan, jajaran bidang Pertanian dan Hortikultura Provinsi NTT, Camat Santian beserta staf, Danposramil Kecamatan Santian dan Babinsa, seluruh kepala desa se-Kecamatan Santian bersama perangkat desa, Kepala Puskesmas Manufui bersama staf, para kepala sekolah se-Kecamatan Santian bersama guru-guru, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, unsur masyarakat serta ibu-ibu PKK se-Kecamatan Santian.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat kewilayahan, lembaga pendidikan, kelompok masyarakat, hingga keluarga.

Pjs Danramil 1621-04/Amanatun Utara, Pelda Yopiter Tefi, menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kegiatan pemerintah dan masyarakat di wilayah binaan.

“Babinsa diharapkan dapat terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, termasuk dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemanfaatan potensi pangan lokal,” ujar Pelda Yopiter Tefi. (Pen1621)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *