Rhee, Sumbawa — Danramil 1607-09/Utan-Rhee melalui Danpos Rhee Serma Candra menghadiri kegiatan sosialisasi penanganan hewan ternak serta penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang berlangsung di Aula Bintaro Kantor Camat Rhee, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para peternak, tersebut turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, Satpol PP Kabupaten Sumbawa, Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Polsek Rhee, pemerintah Desa Rhee, serta kelompok peternak.
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan bahwa persoalan hewan ternak tidak hanya berkaitan dengan kepentingan pemiliknya, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan ketertiban umum, kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, keamanan, serta hubungan sosial antarwarga.
Melalui sosialisasi tersebut, para peternak diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan ternak secara baik dan bertanggung jawab, sehingga aktivitas peternakan tetap dapat berkembang sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat tanpa mengganggu kepentingan umum.
Materi sosialisasi juga membahas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Pemahaman terhadap ketentuan tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui aturan yang berlaku sekaligus dapat berperan dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman dan nyaman.
Selain itu, Dinas Peternakan memberikan pemahaman mengenai tata cara pemeliharaan ternak agar dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Para peternak diberikan pengetahuan mengenai perawatan ternak, pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, serta pengelolaan ternak yang tepat untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Danpos Rhee Serma Candra yang mewakili Danramil 1607-09/Utan-Rhee menegaskan bahwa TNI melalui aparat kewilayahan akan terus mendukung upaya pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk dalam menjaga ketertiban lingkungan dan mendorong masyarakat menjalankan kegiatan peternakan secara bertanggung jawab.
“Pengelolaan ternak yang baik tidak hanya memberikan manfaat bagi pemiliknya, tetapi juga turut menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan dan kenyamanan lingkungan. Karena itu, diperlukan kesadaran serta kepedulian bersama agar aktivitas peternakan dapat berjalan dengan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dengan para peserta. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi kelompok peternak untuk menyampaikan berbagai hal terkait penanganan ternak, pemeliharaan kesehatan hewan, serta penerapan ketentuan ketertiban umum di lingkungan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertib sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.
(Pendim 1607/Sumbawa).