Beranda / Uncategorized / Upacara 17-an Kodim 1621/TTS: Teguhkan Disiplin, Perkokoh Komitmen Prajurit Menjaga NKRI

Upacara 17-an Kodim 1621/TTS: Teguhkan Disiplin, Perkokoh Komitmen Prajurit Menjaga NKRI

TIMOR TENGAH SELATAN — Kibaran Sang Merah Putih di Lapangan Upacara Makodim 1621/TTS, Kamis (17/9/2026) pagi, menjadi penanda kembali diteguhkannya komitmen prajurit dalam menjaga disiplin, kehormatan, dan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Upacara Bendera 17-an Kodim 1621/TTS yang dimulai pukul 07.05 WITA tersebut diikuti sekitar 50 personel. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kasdim 1621/TTS Kapten CPL Lalu Muhamad Ridwan.

Sementara itu, Serma Thomas Ameriko dipercaya sebagai Perwira Upacara dan Kapt Inf Jorim I. Nubatonis sebagai Komandan Upacara.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat. Pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, pengucapan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit hingga pembacaan Panca Prasetya Korps Pegawai Negeri Sipil menjadi bagian dari momentum tersebut.

Namun, upacara kali ini tidak hanya menjadi agenda rutin setiap tanggal 17. Pesan yang disampaikan dalam amanat Inspektur Upacara menyoroti sejumlah hal penting yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas prajurit dan PNS di jajaran satuan.

Memasuki akhir Triwulan III Program Kerja dan Anggaran Tahun Anggaran 2026, para pejabat satuan diminta memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan dan anggaran dapat terserap secara optimal.

Selain itu, peningkatan maturitas Sistem Pengendalian Internal (SPI) juga ditekankan sebagai bagian dari upaya menciptakan pengelolaan program dan keuangan negara yang tertib, transparan, efektif, efisien, ekonomis, dan akuntabel.

Pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja dan anggaran harus dilakukan secara lebih intensif melalui pengendalian dan pengawasan kegiatan, dengan mengedepankan langkah korektif, preventif, serta proaktif.
Hal lain yang mendapat perhatian serius adalah pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap hukum.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menekankan agar setiap prajurit dan PNS menjadikan berbagai kasus yang menjadi perhatian publik sebagai pelajaran bersama. Prajurit dituntut menjaga kehormatan serta citra TNI AD melalui sikap, tindakan, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Para komandan satuan dan pejabat yang membidangi pengamanan juga diminta meningkatkan pembinaan, pengawasan, serta deteksi dini terhadap berbagai potensi pelanggaran.

Setiap persoalan yang muncul di lingkungan satuan harus ditangani secara tepat, objektif, dan tuntas dengan mengedepankan komunikasi, kepekaan, serta kepedulian terhadap kondisi anggota.

Prajurit juga diingatkan untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran, termasuk THTI/desersi, penganiayaan, asusila, narkoba, pungutan liar, backing ilegal, pelanggaran dalam proses werving, hingga kecelakaan lalu lintas.
Tak kalah penting, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian. Setiap personel diminta bijak bermedia sosial serta menjaga keamanan berita agar informasi dan kegiatan satuan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Peran Babinsa juga ditekankan dalam mendampingi petani dan Perum Bulog, khususnya dalam mempercepat penyerapan gabah, menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah, serta membantu menjaga stabilitas harga.

Program Luas Tambah Tanam juga diminta terus dioptimalkan sesuai potensi masing-masing wilayah.
Tidak berhenti di sektor pangan, TNI juga didorong untuk terus hadir dalam pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Pembangunan jembatan, misalnya, dinilai memberikan manfaat nyata dalam memperlancar akses ekonomi, pendidikan, transportasi, distribusi hasil pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberadaan prajurit bukan semata-mata tentang seragam dan senjata, tetapi juga tentang bagaimana pengabdian diwujudkan melalui kehadiran yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat yang sama, Upacara Bendera 17-an di Makodim 1621/TTS menjadi momentum untuk kembali mengingat jati diri prajurit sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara.
Kibaran Merah Putih menjadi simbol bahwa tugas menjaga NKRI membutuhkan disiplin, loyalitas, kepatuhan terhadap hukum, serta kesungguhan dalam menjalankan setiap amanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *