ENDE — Presiden Republik Indonesia ke-7, Ir. H. Joko Widodo, bersama rombongan tiba di wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 16 September 2026, dalam rangkaian kunjungan kemanusiaan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka sekaligus memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Kedatangan rombongan berlangsung sekitar pukul 16.39 WITA dan terpantau di Pelabuhan Kapal Maurole, Jalan Trans Ende–Maumere, Desa Watu Kamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Kehadiran Joko Widodo bersama rombongan di wilayah tersebut mendapat perhatian dari masyarakat serta disambut dengan kesiapan unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan yang melakukan pemantauan terhadap seluruh rangkaian kegiatan.
Rombongan yang dipimpin Ir. H. Joko Widodo terdiri atas Syarif Muhammad Fitriansyah, Kaesang Pangarep, Akhmad Ibnu Fadhillah, I Putu Yoga Saputra, Rohmad Romadhona, Afit Muhamad Saiful, dan Wahyu Nur Fiansyah. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolres Ende, Kapolres Sikka, Pjs. Danramil 1602-04/Maurole, Kapolsek Maurole, serta Camat Maurole.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan melibatkan personel gabungan dari Polres Ende, Kodim 1602/Ende, Brimob Ende, KSOP Ende, dan Satpol PP Ende, serta mendapat dukungan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain itu, perjalanan laut rombongan juga didukung oleh 14 orang kru Kapal Candi Tiyo di bawah pimpinan Kapten Kapal Tomas Wake. Koordinasi antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pelabuhan, kru kapal, serta masyarakat dilakukan secara terpadu untuk menjaga kelancaran pergerakan rombongan selama berada di wilayah Pelabuhan Maurole.
Setelah tiba di Pelabuhan Maurole, Ir. H. Joko Widodo bersama rombongan kemudian menaiki Kapal Candi Tiyo untuk melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Kapal yang membawa rombongan selanjutnya meninggalkan Pelabuhan Maurole dan berlayar menuju Pulau Palue sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kemanusiaan ke wilayah yang terdampak bencana gempa bumi Flores.
Perjalanan menuju Palue tersebut sebelumnya dilakukan melalui jalur darat dari Maumere menuju Ropa/Maurole di Kabupaten Ende, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut menggunakan Kapal Candi Tiyo. Rangkaian perjalanan ini menjadi bagian penting dari agenda kunjungan untuk menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdampak bencana.
Kedatangan Joko Widodo di wilayah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka sendiri merupakan bagian dari agenda untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat pascabencana serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak gempa bumi. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana, serta memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat untuk kembali bangkit.
Setibanya di Palue, Joko Widodo dijadwalkan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan meninjau langsung kawasan terdampak gempa dan berdialog dengan masyarakat serta para penyintas. Kehadiran secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan perhatian dan dukungan moral bagi warga yang sedang menghadapi proses pemulihan pascabencana.
Selama rombongan berada di wilayah Kabupaten Ende, seluruh rangkaian kegiatan mendapat pengamanan dan pemantauan secara terpadu dari personel TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, petugas pelabuhan, serta elemen masyarakat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan pergerakan rombongan, aktivitas di kawasan pelabuhan, hingga proses keberangkatan menggunakan kapal berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Rangkaian kunjungan Ir. H. Joko Widodo di wilayah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka dijadwalkan berlangsung selama dua hari, terhitung mulai 16 hingga 17 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perhatian terhadap masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana gempa bumi.
Dari Pelabuhan Maurole, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Palue, Kabupaten Sikka. Perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lainnya, tetapi menjadi bagian dari upaya untuk mendekatkan perhatian kepada masyarakat terdampak bencana, melihat kondisi mereka secara langsung, serta menghadirkan semangat bahwa proses pemulihan dapat dilalui bersama melalui kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.
(Pendim 1602/Ende)