Gianyar – Serongga, Minggu (13/9/2026) Kepulan asap dan kobaran api terlihat membakar lahan kering di Buitan, Banjar Serongga Kelod, Desa Serongga, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Minggu siang. Mendapat informasi tersebut, Babinsa Desa Serongga Koramil 1616-01/Gianyar Kopka I Komang Sudarnita bersama personel piket Koramil 01/Gianyar langsung mendatangi lokasi untuk membantu penanganan sekaligus memastikan api tidak meluas ke lahan maupun permukiman di sekitar lokasi.
Lahan yang terbakar diketahui milik Pande Murda dengan luas kurang lebih 30 are. Api yang awalnya terlihat di kawasan lahan kemudian membesar dan merambat ke bagian lainnya, dipengaruhi kondisi vegetasi yang kering serta tiupan angin.
Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan upaya pemadaman awal secara manual. Selanjutnya, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan kobaran api dapat dikendalikan.
Babinsa bersama personel Polsek turut mengamankan lokasi selama proses pemadaman berlangsung. Koordinasi dilakukan dengan petugas Damkar dan masyarakat untuk mencegah api menjalar ke area sekitar, khususnya bangunan dan permukiman yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas bersama Babinsa melakukan pengecekan dan pemantauan pada area yang terbakar guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Akibat kejadian tersebut, lahan seluas kurang lebih 30 are terbakar. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dan tidak ada kerugian materiil yang dilaporkan. Bangunan di sekitar lokasi juga berhasil diamankan sehingga tidak ikut terdampak kebakaran.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal, kondisi lahan yang kering menjadi salah satu faktor yang memicu cepatnya api membesar dan merambat.
Sekitar pukul 13.45 WITA, api berhasil dipadamkan dan situasi di sekitar lokasi dinyatakan aman serta kondusif. Babinsa bersama unsur terkait selanjutnya tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
(Pendim 1616/Gianyar)


