ENDE – Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat terpancar kuat di sepanjang aliran Sungai Lowolaka, Desa Fata’atuh Timur, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. Anggota Kodim 1602/Ende bersama warga setempat bahu-membahu menuntaskan pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Sabtu (12/9/2026).
Pembangunan jembatan gantung berbentang 90 meter ini menjadi asa baru bagi aksesibilitas warga. Kehadiran struktur vital ini diproyeksikan bakal menghubungkan Desa Fata’atuh Timur secara langsung menuju Desa Aelipo dan Desa Aendoko—akses yang selama ini cukup sulit menembus lebar sungai 70 meter dengan ancaman luapan air hingga 3 meter saat banjir tiba.
Hingga hari kerja ke-54, progres fisik pekerjaan telah mencapai 69,8 persen. Sebanyak 20 personel TNI dari Kodim 1602/Ende dan 20 warga lokal setiap hari terjun langsung memeras keringat di lokasi konstruksi.
Tantangan di lapangan terbilang tidak mudah. Tim gabungan harus menguras energi ekstra menghadapi sulitnya mobilisasi material yang memakan waktu hingga 2,5 jam perjalanan menembus jalur dari pusat kota. Namun, medan berat tersebut tidak sedikit pun menyurutkan semangat para prajurit dan warga.
Jembatan Gantung Garuda nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi 1.960 jiwa (472 KK) di tiga desa, yang terdiri dari Desa Fata’atuh Timur (1.025 jiwa/242 KK), Desa Aelipo (576 jiwa/140 KK), dan Desa Aendoko (359 jiwa/90 KK).
Melalui kerja keras dan sinergi tanpa lelah ini, Jembatan Gantung Garuda diharapkan segera rampung sepenuhnya guna menggerakkan roda ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga Kecamatan Wewaria secara aman dan lancar.
(Pendim 1602/Ende)


