Sumbawa — Semangat memperkuat nilai keagamaan, melestarikan adat istiadat, serta merawat persatuan masyarakat Sumbawa tercermin dalam pelaksanaan Sholawat Akbar dan Munit Adat yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sumbawa tersebut mengusung tema “Gega Sambang Sholawat Junyung Adat, Enti Syara’ Sumbawa Unggul Sejahtera.” Momentum ini menjadi ruang kebersamaan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai agama dan adat sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumbawa.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibo, S.T., turut hadir bersama unsur Forkompinda kabupaten Sumbawa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat.
Kehadiran Dandim menjadi wujud nyata dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi sosial dan membangun kebersamaan antara TNI dengan seluruh komponen masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menjunjung tinggi persaudaraan, kepedulian, toleransi, serta semangat gotong royong.
Sementara itu, Munit Adat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sumbawa. Perpaduan antara nilai agama dan adat dalam satu momentum kebersamaan menunjukkan bahwa kemajuan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian identitas budaya masyarakat.
Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibo, S.T., menilai kegiatan keagamaan dan adat memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan serta membangun karakter masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemajuan dalam aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral, budaya dan kebersamaan masyarakat sebagai fondasi kehidupan yang harmonis.
“Nilai agama dan adat merupakan kekuatan yang harus terus kita jaga. Ketika masyarakat bersatu, saling menghormati dan bergandengan tangan, maka berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi dengan lebih kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, TNI melalui jajaran Kodim 1607/Sumbawa akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat kebersamaan, menjaga kondusivitas wilayah, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Semangat “Gega Sambang Sholawat Junyung Adat, Enti Syara’ Sumbawa Unggul Sejahtera” pada akhirnya tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga menjadi pesan moral tentang pentingnya menyatukan nilai spiritual, adat, persaudaraan dan semangat kebangsaan dalam membangun masa depan Sumbawa.
Melalui Sholawat Akbar, Munit Adat dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus merawat persatuan, memperkuat silaturahmi dan menjaga jati diri daerah sebagai bagian dari ikhtiar bersama menuju Sumbawa yang unggul, sejahtera, aman dan berkarakter.


