Progres Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Buleleng Capai 21,5 Persen,Pekerjaan Berjalan Sesuai Rencana
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
*SERIRIT, (02/05/2026)* — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di wilayah Kodim 1609/Buleleng terus berjalan secara bertahap dan terencana. Jembatan gantung ini dirancang untuk menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, sebagai bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan pedesaan.
Pada pelaksanaan kegiatan hari Jumat, progres pekerjaan secara keseluruhan telah mencapai 21,5 persen. Sejumlah item pekerjaan menunjukkan perkembangan yang signifikan, di antaranya pemasangan bowplank penggalian pondasi tapak tepi dekat dan tepi jauh yang telah mencapai 100 persen, serta pekerjaan pemasangan batu gunung lantai dasar pilon dan pengecoran yang telah mencapai 40 persen. Selain itu, pengerjaan penggalian lubang anchor bentangan bawah mencapai 12,5 persen, serta pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul sebesar 17 persen.
Pekerjaan lainnya juga terus berjalan secara paralel, termasuk pembesian pondasi tiang pylon dan bandul baik di tepi dekat maupun tepi jauh yang masing-masing mencapai 16,5 persen dan 13 persen. Pengecoran pondasi tiang pylon dan bandul di tepi dekat tercatat 16 persen, sementara di tepi jauh mencapai 13 persen. Kegiatan dropping dan langsir material juga terus dilakukan guna mendukung kelancaran pembangunan, baik di tepi dekat maupun tepi jauh, dengan distribusi material berupa pasir, batu gunung, batu split, sirtu, papan cor, semen, dan besi.
Adapun rencana pekerjaan selanjutnya difokuskan pada pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh beserta lantai kerja, penggalian lubang anchor, serta kegiatan langsir material untuk mempercepat pembangunan pondasi di tepi jauh. Dengan panjang bentangan sungai mencapai 50 meter dan panjang jembatan 60 meter, pembangunan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Kegiatan pembangunan ini melibatkan personel TNI AD dari Koramil sebanyak 5 orang dan Zibang 2 orang, dengan situasi dan kondisi di lapangan terpantau aman serta terkendali. Kondisi cuaca pada hari tersebut bervariasi, yaitu pagi hari cerah, siang hari mendung, dan sore hari diguyur hujan. Meskipun demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat dilaksanakan dengan baik sesuai rencana yang telah ditetapkan.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar