Sinergi TNI-Polri dan Forkopimcam Mediasi Sengketa Tanah Warga Desa Ngalak
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Koramil 1612-02/Reok Kawal Mediasi Sengketa Lahan Antarwarga di Reok Barat MANGGARAI – Semangat musyawarah mufakat kembali dikedepankan dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. Personel Koramil 1612-02/Reok, Serka Jalaludin bersama tiga rekan anggota lainnya, menghadiri mediasi sengketa tanah yang melibatkan warga Dusun Sambor dan warga Dusun Tureng, Desa Ngalak, Kamis (30/04/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Reok Barat ini menjadi momentum penting untuk mencari titik temu atas perselisihan lahan yang terjadi. Suasana mediasi berlangsung khidmat dengan kehadiran unsur Forkopimcam, tokoh adat, serta tokoh pemuda setempat.
Camat Reok Barat, Florentinus Laus Hadi, S.Pd., yang memimpin langsung jalannya mediasi, menegaskan bahwa solusi terbaik dalam setiap sengketa warga adalah komunikasi yang terbuka dan jujur.
“Kami pemerintah kecamatan berkomitmen untuk menjadi penengah yang adil. Kehadiran kita semua di sini, termasuk rekan-rekan dari TNI dan Polri, adalah bukti bahwa negara hadir untuk memastikan setiap persoalan warga bisa diselesaikan dengan cara yang damai tanpa harus mencederai persaudaraan,” ujar Florentinus dalam arahannya.
Senada dengan hal tersebut, Serka Jalaludin yang mewakili Danramil 1612-02/Reok, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah selama proses hukum atau adat berjalan. Ia mengimbau agar kedua belah pihak tidak melakukan tindakan provokatif di lapangan.
“Tugas kami sebagai Babinsa adalah memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Kami mengajak seluruh warga, baik dari Dusun Sambor maupun Tureng, untuk tetap tenang dan menghormati setiap proses mediasi ini. Jangan sampai persoalan tanah memutus tali silaturahmi yang sudah terjalin lama,” tegas Serka Jalaludin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danpos Reok Barat, Kapospol Reok Barat, Kasi Peru Kecamatan Reok Barat, serta para tokoh adat dan pemuda dari Dusun Sambor. Kehadiran para tokoh ini diharapkan mampu memberikan pertimbangan dari sisi kearifan lokal dalam penyelesaian sengketa tersebut.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi terpantau aman dan tertib. Langkah mediasi ini menjadi bukti sinergitas yang kuat antara TNI, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Manggarai.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar