Tradisi Banyu Pinaruh, Warga Padati Pantai Di Kecamatan Banjarangkan
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Klungkung,- Danramil 1610-02/Banjarangkan Kapten Inf Ketut Joni menerjunkan Babinsa untuk melaksanakan pengawasan dan pengamanan berlangsungnya tradisi Banyu Pinaruh di pantai wilayah Kecamatan Banjarangkan, pada Minggu ( 05/04/26 )
Seperti halnya yang terlihat di Pantai Lepang, Desa Takmung dan Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Tampak Babinsa Takmung dan Negari bersinergi bersama Kepolisian tampak bersiaga dan melaksanakan pengamanan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak pukul 06.00 Wita, warga Banjarangkan telah memadati kawasan Pantai Lepang dan Tegal Besar. Selain melakukan prosesi melukat, warga juga tampak menikmati suasana pantai dengan mandi dan bermain air yang terus mendapat pengawasan dari aparat TNI Polri.
Saat dikonfirmasi terkait pengerahan anggotanya, Danramil 1610-02/Banjarangkan Kapten Inf Ketut Joni menjelaskan bahwa tradisi Banyu Pinaruh menjadi momentum pembersihan bagi umat Hindu.
Saat Banyu Pinaruh, umat Hindu akan melaksanakan melukat atau menyucikan diri baik ke sumber mata air yang disucikan maupun ke pantai. Seperti halnya yang pagi ini berlangsung di Pantai Lepang dan Negari,”ujarnya.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, dirinya telah menerjunkan personel Babinsa di dua wilayah tersebut untuk bersinergi bersama pihak Kepolisian melakukan pengamanan dan patroli di sekitar lokasi kegiatan.
Kami berkomitmen untuk terus hadir di setiap kegiatan masyarakat, tak terkecuali kegiatan keagamaan. Patroli dan pengamanan ini tidak hanya untuk memastikan situasi tetap aman, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada umat yang melaksanakan tradisi Banyupinaruh,” “pungkas Danramil.( Pendim 1610/Klungkung ).
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar