Kodim 1612/Manggarai Gelar Upacara 17-an, Prajurit Dikuatkan Semangat Pengabdian
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUTENG – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Apel Kodim 1612/Manggarai di Jalan Banteng, Kelurahan Mbaumuku, Senin (17/03/2026). Di bawah langit pagi Langke Rembong, seluruh prajurit berbaris rapi mengikuti Upacara Bendera 17-an—sebuah tradisi bulanan yang bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi penghormatan tertinggi terhadap jasa para pahlawan bangsa.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 1612/Manggarai, Letkol Amos Comenius Silaban, S.H., M.M., memimpin langsung jalannya kegiatan. Estafet komando lapangan dipercayakan kepada Lipris M. A. Saefatu sebagai Komandan Upacara, dengan dukungan Vira A. Ningtyas, S.H. sebagai Perwira Upacara.
Rangkaian upacara berlangsung dengan presisi tinggi. Mulai dari pengibaran Sang Merah Putih yang gagah perkasa hingga momen mengheningkan cipta, setiap tahapan menjadi pengingat bagi para prajurit akan nilai-nilai kedisiplinan dan loyalitas tanpa batas.
Bagi Kodim 1612/Manggarai, agenda bulanan ini adalah momentum vital untuk memperkuat “kompas” pengabdian prajurit. Di tengah dinamika tugas kewilayahan yang semakin kompleks, nilai perjuangan pahlawan dijadikan fondasi utama dalam menjalankan tugas negara.
Dalam amanatnya, Letkol Amos Comenius Silaban menekankan bahwa semangat pengabdian harus terus mengalir dalam nadi setiap prajurit dan diwariskan dalam setiap langkah tugas di lapangan.
“Upacara 17-an ini adalah pengingat bahwa kita berdiri di atas pengorbanan para pendahulu. Jangan pernah lupakan itu. Nilai disiplin, pengorbanan, dan loyalitas harus tetap tegak lurus dalam setiap pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” tegas Letkol Amos di hadapan peserta upacara.
Menutup rangkaian kegiatan, jajaran Kodim 1612/Manggarai kembali meneguhkan komitmennya untuk menjaga profesionalisme. Selain sebagai bentuk penguatan internal, upacara ini menjadi simbol kesiapan TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga kedaulatan, dan memperkuat semangat kebangsaan di Bumi Manggarai.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar