Dandim 1628/KSB Hadiri Forum Yasinan, Perkuat Sinergi Pemerintah–TNI untuk Pelayanan Publik Inklusif
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- comment 0 komentar

Sumbawa Barat – NTB, Forum Yasinan, salah satu inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam pelayanan publik, kembali digelar pada Kamis (27/11/2025) Pukul 20.00 WITA, bertempat di Central Kediaman Wakil Bupati Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., itu dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat.
Salah satu tokoh penting yang hadir dan menjadi pusat perhatian adalah Dandim 1628/KSB, Letkol Inf Rendra Agit Trisnawan, yang datang sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat stabilitas, pemberdayaan, dan percepatan pembangunan di tingkat desa.
Dandim 1628/KSB, Letkol Inf Rendra Agit Trisnawan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan penjelasan terkait percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebuah program nasional yang menjadi instruksi langsung Presiden RI untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Dandim menegaskan bahwa pelibatan TNI—khususnya TNI AD—adalah bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan TNI dalam percepatan pembangunan fisik yang tepat waktu dan berkualitas, sebagaimana telah terbukti melalui berbagai program seperti TMMD. TNI hadir untuk memastikan pembangunan gerai koperasi di setiap desa berjalan cepat, terukur, dan sesuai target nasional.
Khusus di Kabupaten Sumbawa Barat, Dandim memaparkan bahwa dari 29 titik target pembangunan, sebanyak 26 titik sudah fix, dan 21 titik telah dimulai pembangunannya dengan progres antara 10–24%. Juga mengapresiasi komitmen Bupati, para camat, dan kepala desa yang sangat responsif dalam penyiapan lahan strategis, sehingga KSB menjadi salah satu daerah tercepat dalam pelaksanaan program ini di wilayah NTB.
Dandim juga menjelaskan bahwa gerai koperasi nantinya akan menjadi pusat ekonomi desa yang memadukan konsep minimarket, apotek, KUD, dan layanan dasar masyarakat dalam satu bangunan. Setelah pembangunan selesai, seluruh bangunan akan diserahkan kepada desa sebagai aset desa, dan pengelolaannya dilakukan oleh koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Mengakhiri penjelasannya, Dandim menegaskan bahwa TNI siap mendukung penuh setiap langkah pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat, serta memastikan seluruh proses berjalan aman, lancar, dan tepat waktu sesuai kebijakan nasional.
Dalam arahannya, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., menyoroti beberapa aspek penting pembangunan daerah, mulai dari gotong royong hingga reformasi pelayanan publik.
1.Penguatan Gotong Royong.
Bupati menekankan peran perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga RT dan Kadus dalam memelopori budaya gotong royong.
2.Penyaluran BATU (Bantuan Tunai)
Bupati menyampaikan bahwa penyaluran sudah mencapai 50%, namun masih menghadapi kendala data dan rekening penerima. Pemda akan berkoordinasi dengan Bank NTB dan kementerian guna mempercepat perbaikan data dan proses pergantian rekening.
3.Penataan Kawasan & Komunikasi Publik
Bupati meminta perangkat desa melakukan penataan dengan pendekatan persuasif dan menjaga keharmonisan dengan warga.
4.Pemanfaatan Kawasan Pesisir
Pesisir boleh dimanfaatkan dengan bangunan semi permanen, tetapi akses publik wajib tetap dibuka.
5.Pengembangan Pariwisata Kerakyatan 2026
Pemda menargetkan wisata berbasis komunitas agar manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat desa.
6.Layanan Beasiswa & Pendidikan
Pada tahun 2026 Pemda mengalokasikan Rp 5 miliar beasiswa, serta berkolaborasi dengan perusahaan pemerintah termasuk PT AMAN untuk beasiswa mahasiswa KSB.
Kegiatan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya, Bupati Sumbawa Barat – H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., Wakil Bupati Sumbawa Barat – Hj. Hanipah, S.Pt., MM., Inov., Dandim 1628/KSB – Letkol Inf Rendra Agit Trisnawan., Para Staf Khusus Bupati., Para Asisten Pemda KSB., Para Kepala SKPD dan OPD., Para Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-KSB., Agen PDPGR Kabupaten Sumbawa Barat., Tokoh masyarakat serta ± 150 undangan lainnya.
Rangkaian acara dimulai sejak shalat magrib dan isya berjamaah di Masjid Asy Syakirin, lalu dilanjutkan dengan Forum Yasinan dan sesi penyampaian program strategis. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga penutupan pada pukul 21.40 WITA.
Forum Yasinan menjadi ruang komunikasi publik yang efektif. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga menjadi wadah evaluasi, transparansi, dan memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Kehadiran TNI melalui Dandim 1628/KSB menjadi bukti kuatnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat.
(Pendim 1628/KSB).
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar