Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Babinsa Hadiri Rapat Konsultasi Publik Rencana Pembangunan K-SIGN di Rote Ndao

Babinsa Hadiri Rapat Konsultasi Publik Rencana Pembangunan K-SIGN di Rote Ndao

  • account_circle Rossa Rossa
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • comment 0 komentar

Rote Ndao – Bertempat di Gedung Gereja GMIT Ebenheser Deurendale, Desa Deurendale, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, pada Jumat (17/10/2025) pukul 14.30 Wita, dilaksanakan Rapat Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Direktur Jasa Bahari DJPK, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Rote Ndao, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Rote Ndao, serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao.

Turut hadir pula Camat Landuleko, Babinsa Koramil 1627-02/Pantai Baru, Bhabinkamtibmas Polsek Rote Timur, para Kepala Desa dari Deurendale dan Daiama, tokoh masyarakat, serta masyarakat pemilik lahan yang masuk dalam lokasi pembangunan. Babinsa Desa Deurendale, Sertu Andre T., juga turut serta dalam kegiatan tersebut untuk memastikan jalannya rapat berjalan aman dan lancar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Camat Landuleko, dilanjutkan dengan penyampaian dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rote Ndao, serta paparan teknis oleh petugas dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara masyarakat dan pihak kementerian.

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa pembangunan K-SIGN akan memanfaatkan lahan seluas 1.075 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 200.000 ton garam per tahun dan menyerap sekitar 120 tenaga kerja lokal. Lokasi proyek meliputi Desa Serubeba dan Desa Matasio di Kecamatan Rote Timur, serta Desa Deurendale dan Desa Daiama di Kecamatan Landuleko.

Fasilitas utama yang akan dibangun antara lain Bittern Pond (2 ha), Brine Storage (4 ha), area fasilitas (57 ha), Kristalisasi Pond (129 ha), hingga area pengambilan air seluas 70 ha. Meski membawa dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja, pembangunan ini juga berpotensi menimbulkan beberapa dampak lingkungan seperti perubahan kualitas air, gangguan flora-fauna, hingga peningkatan kebisingan dan sedimentasi.

Rapat konsultasi publik ini bertujuan untuk menggali inspirasi, kekhawatiran, serta harapan masyarakat terhadap rencana pembangunan kawasan industri tersebut agar prosesnya dapat berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan bersama.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 16.00 Wita ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.

  • Penulis: Rossa Rossa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less