Beranda / Uncategorized / Yonarhanud 14/PWY Gagalkan Upaya Penyelundupan Solar di Jalur Tidak Resmi Perbatasan RI-RDTL

Yonarhanud 14/PWY Gagalkan Upaya Penyelundupan Solar di Jalur Tidak Resmi Perbatasan RI-RDTL

Tohe, NTT — Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY SSK 1 Pos Nunura berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari wilayah Indonesia menuju Timor Leste melalui jalur tidak resmi di sekitar Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/10/2026). Upaya tersebut terdeteksi saat personel Pos Nunura melaksanakan patroli malam dan pemantauan terhadap sejumlah jalur tidak resmi yang berpotensi digunakan sebagai akses keluar-masuk barang secara ilegal. Patroli dipimpin Danpos Nunura Letda Arh Fadillah Yusuf bersama delapan personel dengan menyisir wilayah sekitar Pos Nunura hingga mendekati kawasan pembatas sungai. Kegiatan pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas dalam mencegah berbagai aktivitas ilegal lintas batas sekaligus menjaga keamanan wilayah perbatasan RI-RDTL.

Sekitar pukul 00.38 WITA, personel patroli mendapati adanya pergerakan mencurigakan yang disertai suara aktivitas beberapa orang di salah satu jalur tidak resmi. Personel kemudian melaksanakan pergerakan secara senyap melalui pesisir sungai yang dipenuhi pepohonan dan rerumputan tinggi untuk memastikan kondisi di lapangan. Sekitar pukul 00.55 WITA, petugas mengamati kurang lebih empat orang dengan postur tubuh sekitar 168 sentimeter sedang mengangkut BBM dan diduga menunggu kendaraan atau pihak lain dari arah Timor Leste. Menindaklanjuti temuan tersebut, sekitar pukul 01.05 WITA Danpos Nunura bersama personel patroli melaksanakan penyergapan dan pengejaran, namun para terduga pelaku melarikan diri melintasi batas teritorial Indonesia menuju wilayah Timor Leste.

Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, personel menemukan sebanyak 10 jirigen BBM jenis solar yang diduga ditinggalkan saat para terduga pelaku melarikan diri. Barang bukti tersebut kemudian diamankan oleh personel Pos Nunura dan dibawa ke pos untuk menjamin keamanan serta mendukung proses penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Sekitar pukul 03.15 WITA, seluruh barang bukti telah tiba di Pos Nunura untuk dilakukan pendataan, pengamanan, dan dokumentasi sebelum direncanakan diserahkan kepada Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY. Sementara itu, identitas para terduga pelaku maupun pihak yang diduga mengendalikan, memiliki, atau menerima BBM tersebut masih dalam proses pendalaman oleh unsur terkait.

Keberhasilan penggagalan tersebut menjadi indikator bahwa jalur-jalur tidak resmi di sekitar Pos Nunura masih memiliki potensi dimanfaatkan untuk kegiatan penyelundupan lintas batas. Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY selanjutnya meningkatkan patroli dan pengawasan, termasuk pemetaan terhadap jalur alternatif yang berpotensi digunakan untuk menghindari pengawasan petugas. Selain itu, koordinasi dengan unsur terkait serta antarpersonel Pos Satgas terus diperkuat guna mempercepat penyampaian informasi mengenai setiap pergerakan orang maupun barang yang mencurigakan di wilayah perbatasan. Melalui langkah tersebut, Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY berkomitmen melaksanakan tugas pengamanan perbatasan secara konsisten, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku demi mencegah terjadinya aktivitas ilegal lintas batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *