Buleleng, Bali – Sebanyak 1.050 orang Prajurit Siswa resmi memulai Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmataif) TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026. Pembukaan pendidikan ditandai dengan upacara yang dipimpin Danrindam IX/Udayana, Brigjen TNI Anwar, S.H., selaku Inspektur Upacara, di Lapangan Chandradimuka, Mako Secata Rindam IX/Udayana, Buleleng, Selasa (29/9/2026).
Dalam amanat Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, yang dibacakan Danrindam, ditegaskan bahwa pendidikan yang dijalani para Prajurit Siswa bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan dan keterampilan militer, tetapi menjadi tahap awal pembentukan karakter dan jati diri sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Selama pendidikan, para siswa akan ditempa melalui berbagai pembinaan meliputi fisik, mental, disiplin, pengetahuan, serta keterampilan dasar keprajuritan. Khusus kecabangan Infanteri, dibutuhkan kemampuan fisik dan mental yang tangguh, disiplin tinggi serta daya juang yang kuat.
“Ikuti setiap materi pendidikan dengan sungguh-sungguh dan jangan pernah menganggap ringan setiap tahapan latihan, karena setiap proses yang dijalani merupakan bagian penting dalam membentuk kesiapan dan ketangguhan sebagai prajurit,” pesan Pangdam.
Para siswa juga diminta memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan dalam berpikir, bersikap dan bertindak, serta senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga dan institusi TNI Angkatan Darat.
Sementara itu, kepada Danrindam, para Gadik, Gapendik dan penyelenggara pendidikan, Pangdam berpesan agar melaksanakan tugas secara profesional, tegas, objektif dan humanis, dengan tetap mengutamakan keamanan personel maupun materiil. (*Penrindam9)


