Beranda / Uncategorized / Desa Batuan Jadi Desa Pembelajaran Terbaik Dunia, Danramil Sukawati Dampingi Kunjungan Wamendagri

Desa Batuan Jadi Desa Pembelajaran Terbaik Dunia, Danramil Sukawati Dampingi Kunjungan Wamendagri

Gianyar – Sukawati, Prestasi membanggakan yang diraih Desa Batuan sebagai peringkat pertama (First Winner) kategori Learning Village dalam ajang Innovation and Learning Village Award 2026 mendapat perhatian pemerintah pusat. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus melihat langsung keberhasilan inovasi dan pemberdayaan masyarakat desa, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, bersama istri, Yane Ardian, melaksanakan kunjungan ke Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Selasa (3/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Danramil 1616-05/Sukawati Kapten Inf Made Yudha Kencana turut hadir mendampingi rangkaian kegiatan bersama Wakil Bupati Gianyar, unsur Forkopimcam Sukawati, serta jajaran Pemerintah Desa Batuan. Kehadiran Danramil merupakan wujud dukungan TNI terhadap keberhasilan pembangunan desa, sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah.

Mengawali kunjungannya, Wamendagri beserta istri disambut hangat oleh Wakil Bupati Gianyar, Camat Sukawati, dan Kepala Desa Batuan di kawasan Puspa Aman. Rombongan kemudian meninjau kegiatan pembelajaran seni lukis gaya Batuan yang diikuti anak-anak binaan Yayasan Batur Ulangun di Balai Ulu Baturan. Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri melihat secara langsung proses pembelajaran seni lukis tradisional sebagai salah satu upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan seni dan budaya lokal kepada generasi muda.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi di Joglo Baturan yang membahas inovasi, pengembangan potensi desa, serta pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian penting keberhasilan Desa Batuan meraih penghargaan tingkat internasional tersebut. Melalui diskusi ini, keberhasilan Desa Batuan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam mengembangkan kreativitas, memperkuat kapasitas masyarakat, serta menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa.

Tidak hanya meninjau sektor pendidikan dan inovasi, Wamendagri juga mengunjungi tempat kerajinan ukir kulit kayu milik Bapak Selamet di Banjar Puaya, Desa Batuan. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan seni ukir kulit kayu yang memiliki nilai kreativitas dan potensi ekonomi. Kunjungan kemudian berlanjut ke Sanggar Kaki Bebek House milik I Made Suteja di Banjar Pekandelan untuk menyaksikan kegiatan pembelajaran seni tari sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangan seni budaya tradisional Bali.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai keunggulan Desa Batuan, mulai dari inovasi pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, hingga pelestarian seni dan budaya yang tumbuh serta berkembang di tengah kehidupan masyarakat. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga tradisi, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan ruang pembelajaran yang berkelanjutan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *