Tohe, NTT — Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY melalui personel SSK I Pos Nunura berhasil menggagalkan dugaan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyak 15 jerigen dengan total volume sekitar 500 liter di sekitar jalur tidak resmi wilayah Pos Nunura, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Upaya penggagalan tersebut bermula dari perintah Komandan SSK I, Kapten Arh Iman Wanda, pada Minggu malam (25/10/2026) kepada jajaran pos untuk melaksanakan patroli malam dan penyergapan terencana (ambush) guna mengantisipasi aktivitas ilegal di wilayah perbatasan. Dipimpin Komandan Pos Nunura, Letda Arh Fadillah Yusuf Hamrozi, lima personel melaksanakan patroli dengan menyisir serta memantau sejumlah jalur tidak resmi di sekitar pos. Pada Senin dini hari (26/10/2026), personel mendapati pergerakan mencurigakan di salah satu jalur yang diduga dimanfaatkan untuk membawa BBM dari wilayah Indonesia menuju Timor Leste.
Menindaklanjuti temuan tersebut, personel melaksanakan pergerakan senyap dan pengejaran terhadap orang tidak dikenal yang terlihat di sekitar jalur tersebut. Sekitar pukul 00.25 WITA, personel melakukan penyergapan dan pengejaran, tetapi orang yang diduga terlibat berhasil melarikan diri ke arah wilayah Timor Leste. Setelah melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, personel menemukan 15 jerigen berisi solar yang masing-masing dilaporkan berkapasitas 35 liter, dengan total volume diperkirakan sekitar 500 liter. Barang bukti tersebut diduga ditinggalkan saat pengejaran karena berat beban angkut dan kondisi jalur yang sulit dilalui, sementara identitas terduga pelaku maupun pihak yang bertanggung jawab atas BBM tersebut masih belum diketahui.
Komandan Pos Nunura, Letda Arh Fadillah Yusuf Hamrozi, menjelaskan bahwa patroli malam dilaksanakan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah pemanfaatan jalur tidak resmi sebagai akses keluar-masuk barang secara ilegal. “Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur-jalur tidak resmi serta menindaklanjuti setiap temuan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Letda Arh Fadillah. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh barang bukti telah diamankan sementara di Pos Nunura untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan, dan dokumentasi sebelum direncanakan diserahkan ke Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY sesuai ketentuan. Berdasarkan perkiraan dalam laporan awal, solar yang diamankan memiliki nilai sekitar Rp7.644.000, sehingga temuan tersebut menjadi perhatian dalam upaya mencegah terulangnya dugaan penyelundupan BBM di wilayah perbatasan.
Keberhasilan penggagalan ini menunjukkan pentingnya patroli rutin, kewaspadaan personel, serta pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi yang berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal lintas batas. Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY akan terus meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi dengan unsur terkait, termasuk memperkuat pemantauan terhadap jalur alternatif yang berpotensi digunakan untuk menghindari pengawasan. Pendalaman lebih lanjut juga diperlukan guna mengetahui asal-usul BBM, pihak yang memiliki atau mengendalikan barang tersebut, serta identitas terduga pelaku dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Melalui langkah pengamanan dan evaluasi patroli secara berkelanjutan, Satgas Pamtas berkomitmen menjaga keamanan wilayah perbatasan RI-RDTL serta mencegah berbagai bentuk kegiatan ilegal sesuai ketentuan yang berlaku.


