KODIM 1605/BELU, Wujud kepedulian terhadap kelestarian tradisi dan budaya lokal ditunjukkan oleh Babinsa Desa Umaklaran Koramil 1605-07/Wedomu, Sertu Hironimus Kono. Bersama masyarakat setempat, Babinsa bahu-membahu dalam kegiatan gotong royong proses adat pengatapan rumah adat suku Leodato Uma Boteng yang berlokasi di Dusun Fulanmonu, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan pengatapan rumah adat ini berlangsung penuh rasa kekeluargaan dan kental dengan nuansa kebersamaan. Proses pengatapan rumah adat (Uma Metan/Uma Boteng) merupakan salah satu tahapan penting dalam tradisi adat masyarakat setempat yang membutuhkan banyak tenaga kerja serta keterlibatan seluruh elemen suku dan warga sekitar.
Babinsa Sertu Hironimus Kono menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan adat tersebut merupakan bentuk komitmen Babinsa untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, sekaligus membantu meringankan beban warga di wilayah binaan.
“Gotong royong ini tidak hanya sekadar membangun fisik rumah adat, tetapi juga memelihara nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan warisan leluhur yang harus terus dijaga oleh generasi penerus,” ujar Sertu Hironimus Kono.
Sementara itu, Kepala Suku Leodato, Petrus Mau Pelung, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian serta kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat adat. Ia menyambut hangat atas kehadiran dan partisipasi aktif dari Babinsa.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Babinsa yang telah hadir, membantu tenaga, membantu pikiran, serta menjaga keamanan acara naik atap ini. Kehadiran Babinsa adalah bukti bahwa Negara dan Adat tidak terpisah” ujar Petrus Mau Pelung.
Selain itu, Petrus Mau Pelung juga memberikan pesan dan harapan mendalam bagi para pemuda setempat agar terus menjaga warisan leluhur dan menjauhi hal-hal negatif.
“Harapan saya kepada generasi muda Leodato, jangan hancurkan adat dengan judi, miras, dan malas. Atap Uma Boteng baru, semangat adat juga harus baru,” tegasnya.
Gotong royong ini menjadi bukti nyata kekompakan antara TNI dan masyarakat di kawasan perbatasan dalam merawat nilai-nilai kearifan lokal serta memperkokoh persatuan bangsa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi antara Babinsa dan warga Desa Umaklaran semakin kuat, serta budaya gotong royong dalam menjaga warisan adat istiadat di Kabupaten Belu dapat terus dilestarikan.


