PEJARAKAN,BULELENG – Sinergitas TNI-Polri bersama komponen masyarakat adat kembali ditunjukkan dalam pengawalan tradisi keagamaan di Bali. Babinsa Desa Pejarakan, Sertu I Wayan Satriasa, turun langsung melaksanakan pengamanan prosesi keagamaan Mendak Dewa yang merupakan bagian dari rangkaian upacara Piodalan di Pura Sakti, Desa Adat Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (25/09/2026).
Kegiatan sakral yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini berlangsung khidmat dan penuh rasa kebersamaan. Prosesi Mendak Dewa sendiri merupakan salah satu tahapan penting dalam tatanan upacara piodalan untuk menyambut serta memohon keridaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasi-Nya agar berkenan hadir memberikan wara nugraha serta keselamatan bagi seluruh umat.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen tokoh masyarakat dan instansi terkait, di antaranya Kelian Adat Desa Pejarakan beserta jajaran prajuru, Perbekel Desa Pejarakan, Babinsa Pejarakan, Bhabinkamtibmas Desa Pejarakan, serta perwakilan anggota dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan Resort Teluk Terima. Tak kurang dari 150 orang warga masyarakat Desa Adat Pejarakan beserta para pengempon Pura Sakti tampak antusias dan khusyuk mengikuti tiap tahapan prosesi.
Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban jalan arus prosesi di wilayah adat tersebut, pengamanan terpadu diterjunkan dengan melibatkan gabungan unsur dari TNI (1 personel), Polri (1 personel), serta dibantu oleh 2 orang anggota Pecalang Desa Adat Pejarakan. Kolaborasi ini dilakukan guna mengatur ketertiban pamedek serta arus lalu lintas di sekitar jalur yang dilalui rombongan ritual.
Sertu I Wayan Satriasa menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah-tengah kegiatan keagamaan masyarakat merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung kelestarian adat dan budaya lokal, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang sedang melaksanakan ibadah.
“Pengamanan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan untuk memastikan seluruh rangkaian acara ritual keagamaan warga berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kami berkolaborasi erat dengan Bhabinkamtibmas dan rekan-rekan Pecalang agar umat dapat beribadah dengan tenang,” ujar Sertu I Wayan Satriasa di sela-sela kegiatan.
Rangkaian prosesi Mendak Dewa resmi berakhir pada pukul 12.55 WITA dalam situasi yang aman, lancar, dan penuh kekeluargaan. Setelah prosesi tersebut selesai, kegiatan dilanjutkan dengan puncak persembahyangan Piodalan yang dipusatkan di Pura Sakti Desa Pejarakan.


