Ende, NTT — Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Fata’atuh Timur dengan Desa Aelipo dan Desa Aendoko, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Sabtu, 19 September 2026, progres pekerjaan telah mencapai 71 persen, sesuai dengan target rencana.
Jembatan yang dibangun melintasi Sungai Lowolaka tersebut memiliki bentangan sepanjang 90 meter dengan lebar sungai sekitar 70 meter. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mendukung akses dan mobilitas masyarakat dari tiga desa yang menjadi wilayah penerima manfaat.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah pekerjaan konstruksi telah diselesaikan. Pembersihan dan perataan lahan, pemasangan bowplank, penggalian lubang pondasi, pembuatan lantai kerja, pemotongan dan perakitan besi gapura, serta pekerjaan bekisting telah mencapai 100 persen.
Sementara itu, proses pengecoran pondasi telah mencapai 99,8 persen, sedangkan langsir material mencapai 98 persen. Adapun pekerjaan pemasangan plang identitas jembatan dan pengecatan serta pemasangan bentangan sling masih belum dimulai.
Pengerjaan melibatkan 20 personel TNI dan 20 masyarakat yang bekerja bersama dalam mendukung proses pembangunan di lokasi.
Dalam pelaksanaannya, salah satu kendala yang dihadapi adalah mobilisasi material dari kota menuju lokasi pembangunan yang membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam akibat jarak tempuh yang cukup jauh.
Meskipun demikian, kegiatan pembangunan hingga saat ini berjalan sesuai target. Kondisi cuaca pada pagi, siang, dan sore hari terpantau cerah sehingga mendukung pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Jembatan Gantung Garuda tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Fata’atuh Timur sebanyak 1.025 jiwa, Desa Aelipo sebanyak 576 jiwa, dan Desa Aendoko sebanyak 359 jiwa.
Secara keseluruhan, situasi di sekitar lokasi pembangunan jembatan hingga saat ini aman dan terkendali.