Babinsa Kendran Turun Langsung Dampingi Penanganan Anjing Liar Terjangkit Rabies di Buleleng
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Buleleng – Upaya penanganan kasus rabies kembali dilakukan di Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Pada Selasa, 10 Maret 2026, pukul 08.00 WITA, aparat bersama tim dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan penanganan anjing liar yang diduga terjangkit rabies di wilayah Banjar Penataran dan Banjar Delod Peken.
Kegiatan tersebut mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Kelurahan Kendran Serka Nengah Budaya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kendran AIPTU Rakhman Hariyadi, serta Lurah Kendran Made Sumardika, S.IP. Tim dari dinas terkait dipimpin oleh drh. Edy Susanta, S.K.H, bersama anggota drh. Hening Tias dan drh. Pratiwi. Turut hadir pula Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Buleleng, I Made Suparma, S.Pt.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan penanganan terhadap anjing liar yang terindikasi rabies.
Berdasarkan laporan warga, terdapat empat ekor anjing liar yang ditemukan di wilayah Kelurahan Kendran dan telah dikuburkan oleh warga setempat.
Penanganan ini merupakan tindak lanjut dari kasus gigitan anjing yang sebelumnya terjadi di Kelurahan Kendran dengan jumlah korban tiga orang. Setelah dilakukan pengambilan sampel terhadap anjing yang menggigit, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa anjing tersebut positif rabies. Saat ini, seluruh warga yang menjadi korban gigitan telah mendapatkan vaksin anti rabies.
Selama kegiatan berlangsung, Babinsa bersama aparat kelurahan melakukan pengawasan dan monitoring untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Selain itu, Babinsa juga mengimbau masyarakat yang memelihara hewan peliharaan, khususnya anjing, agar secara rutin melakukan vaksinasi rabies baik melalui program vaksinasi gratis dari pemerintah maupun secara mandiri.
Masyarakat juga diingatkan agar segera mencari penanganan medis dan mendapatkan vaksin anti rabies apabila mengalami gigitan hewan, guna mencegah risiko penularan yang lebih serius.
Kegiatan penanganan anjing liar tersebut berlangsung dengan aman dan terkendali serta berakhir pada pukul 11.00 WITA.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar