Ground Breaking Shortcut Singaraja–Mengwitani SC 9–10 Digelar di Desa Gitgit
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

Sukasada, 7 Januari 2026 — Telah dilaksanakan kegiatan Upacara Adat Ngeruak dan Mulang Dasar (Ground Breaking) pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut SC 9 dan 10) Paket 1 dan Paket 2, pada Rabu, 7 Januari 2026 pukul 10.15 s.d. 11.35 Wita, bertempat di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, MM dan dihadiri sekitar 500 orang, terdiri dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, serta stakeholder terkait. Proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) TA 2025–2027.
Danrem 163/Wira Satya diwakili Danramil 1609-05/Sukasada Kapten Inf Nyoman Arya Kepakisan, sebagai wujud dukungan TNI AD terhadap percepatan pembangunan infrastruktur nasional di wilayah Bali.
Pembangunan shortcut titik 9 dan 10 memiliki total panjang penanganan 3,90 Km, terdiri dari jalan sepanjang 2,95 Km dan jembatan sepanjang 942 meter. Pekerjaan dilaksanakan dalam dua paket, yaitu Paket 1 dengan nilai kontrak Rp290,8 Miliar dan Paket 2 senilai Rp187 Miliar, dengan masa pelaksanaan masing-masing 750 hari kalender.
Proyek ini bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengurangi kelandaian dan tikungan tajam, mempercepat waktu tempuh, serta memperkuat konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar