Dandim Klungkung Hadiri Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Ngeruwak Bumi Penegteg Jagat di Pembangunan PKB Klungkung
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- comment 0 komentar

Klungkung,- Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Bupati dan Wabup Klungkung serta sejumlah pejabat instansi di Kabupaten Klungkung menghadiri Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Ngeruwak Gumi Penegteg Jagat di Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Klungkung, Senin ( 29/12/25 ).
Upacara keagamaan yang digelar di lokasi Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Klungkung, Jln Prof Ida Bagus Mantra, Gelgel-Klungkung tersebut turut pula dihadiri Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono, S.Sos., M.M., M.Han beserta ratusan undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh yang dipuput oleh 6 Sulinggih yang dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.
Dalam sambutannya Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa hari ini kita melaksanakan Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Ngeruwak Bumi Penegteg Jagat di Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Klungkung.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai permohonan doa restu, dimana pembangunan fisik Pusat Kebudayaan Bali Klungkung ini akan dilanjutkan dan dimulai paling lambat bulan April 2026. Diharapakan pada tahun 2027 pembangunan fisik rampung semua dan pada tahun 2028 pagelaran PKB pertama di Pusat Kebudayaan Klungkung siap dimulai,”imbuhnya.
Rangkaian kegiatan upacara keagamaan di lokasi Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Klungkung diakhiri dengan upacara Ngeruak yang merupakan Upacara Hindu Bali yakni upacara pembukaan lahan untuk memulai suatu pembangunan baru yang dilaksanakan langsung oleh Gubernur Bali.
Sementara itu, usai kegiatan Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono, S.Sos., M.M., M.Han mengatakan bahwa pada intinya upacara pagi ini dilaksanakan untuk menyelaraskan hubungan antara manusia dengan alam semesta serta menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam niskala (spiritual) di lokasi proyek PKB.
Setiap wilayah tentu memiliki adat, tradisi serta kearifan lokal sebagai warisan para leluhur yang pastinya memiliki tujuan yang baik. Salah satunya di Bali ini yang sangat menjungjung tinggi keseimbangan dalam konsep Tri Hita Karana yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan/alam yang berfokus pada pelestarian tradisi, seni dan lingkungan,”lanjutnya.
Menurut Dandim, upacara ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga dan melestarikan konsep Tri Hita Karana ini adalah tanggung jawab kita semua. Semoga upacara ini akan memberikan berkah, tidak hanya dalam mensukseskan pembangunan fisik Pusat Kebudayaan Bali Klungkung semata, namun juga bagi kebaikan kita semua kedepannya,”pungkasnya. ( Pendim 1610/Klungkung ).
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar