TNI, Pemuda, dan Masyarakat Bersatu: Dandim 1614 Dompu Hadiri Gerakan 1.000 Pohon di Dorebara
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- comment 0 komentar

Dompu, NTB — 28 November 2025.
Gerakan penghijauan di Desa Dorebara berlangsung meriah melalui aksi Gerakan Dompu Hijau: 1.000 Pohon untuk Dompu Lestari. Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, ini menghadirkan Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi Janu Hendarto, SE, yang menjadi pusat perhatian berkat peran aktifnya dalam aksi penanaman pohon tersebut.
Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Dompu Syirajuddin, Ketua DPRD Muttakun, unsur Forkopimda, sejumlah OPD, hingga jajaran Bawaslu dan KPU Dompu. Kolaborasi lintas unsur pemerintah, TNI, tokoh masyarakat, serta pemuda menjadi simbol kuatnya tekad bersama untuk mewujudkan Dompu yang hijau, lestari, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.
Sejak awal kegiatan, jajaran TNI di bawah komando Dandim 1614/Dompu terlihat paling siap mendukung kelancaran aksi penghijauan. Mereka mengatur area penanaman, membuka lahan, dan memastikan seluruh proses berjalan aman dan efektif. Kehadiran Kodim memberikan energi besar bagi gerakan pelestarian lingkungan ini.
Dalam sambutannya, Letkol Czi Janu Hendarto menegaskan bahwa TNI tidak hanya berperan menjaga pertahanan negara, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam.
“TNI hadir bukan semata menjaga keamanan, tetapi juga menjaga bumi tempat kita hidup. Penghijauan ini adalah tanggung jawab kita semua, dan TNI akan selalu mendukung gerakan kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur yang terlibat. Ia menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan hidup masyarakat Dompu.
“Inisiatif seperti ini sangat berarti. Manusia yang baik adalah manusia yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Menjaga alam berarti menjaga masa depan kita sendiri,” tegasnya.
Bupati menyoroti kerusakan lingkungan di Kabupaten Dompu yang semakin nyata dari tahun ke tahun. Hilangnya ratusan titik mata air, menurunnya kualitas tanah, serta meningkatnya risiko bencana ekologis menjadi peringatan keras bahwa masyarakat harus bertindak.
“Kerusakan lingkungan di Dompu sudah pada tahap yang mengkhawatirkan. Banyak mata air hilang, debit air menurun, dan cuaca kian ekstrem. Ini bukan lagi masalah teori, tetapi sudah kita rasakan langsung,” ujarnya.
“Saya berharap penanaman pohon hari ini tidak berhenti di sini. Pohon yang kita tanam harus kita rawat bersama. Ini investasi jangka panjang bagi anak cucu kita,” tambahnya.
Momentum kegiatan ini juga bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Nasional, sehingga semakin menguatkan pesan bahwa menjaga lingkungan adalah tugas bersama. Aksi 1.000 Pohon untuk Dompu Lestari di Dorebara diharapkan menjadi awal dari gerakan penghijauan yang lebih besar di seluruh wilayah Dompu.
(Pendim1614/Dompu)
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar