Perkuat Mitigasi Bencana, Pasi Ops Kodim 1617/Jembrana Bersama Forkopimda Hadiri Apel Kesiapsiagaan
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar

Jembrana, 5 November 2025 – Komitmen sinergisitas TNI-Polri dan unsur Forkopimda di Kabupaten Jembrana kembali diperkuat melalui pelaksanaan Apel Kesiapan dalam Rangka Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi. Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K., ini berlangsung khidmat di Halaman Belakang GOR Kresna Jvara pada hari Rabu, 5 November 2025, pukul 09.00 WITA.
Kodim 1617/Jembrana menunjukkan kesiapsiagaan penuh dengan kehadiran Pasi Operasi (Pasi Ops) Kodim 1617/Jembrana, Kapten Czi Ida Made Putra, yang mewakili Dandim 1617/Jembrana. Kehadiran Pasi Ops ini menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodim 1617/Jembrana, siap berkolaborasi secara optimal dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Jembrana.
Pengecekan Kesiapan dan Kolaborasi Lintas Sektoral
Apel kesiapsiagaan ini bertujuan utama untuk melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana (sarpras) dari seluruh stakeholder yang terlibat. Hal ini sejalan dengan amanat Pimpinan Apel yang menekankan pentingnya sinergi yang sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya hidrometeorologi, yang diprediksi akan meningkat intensitasnya hingga Januari 2026.
Kapolres Jembrana dalam amanatnya menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia (Ring of Fire). Beliau juga menyampaikan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Oktober 2025, yang mencatat 2.606 bencana alam telah terjadi, didominasi oleh banjir, cuaca ekstrem, dan karhutla.
“Dalam menghadapi tantangan tersebut, kecepatan dan ketepatan respons menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penanganan bencana. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa, baik dari TNI-Polri, pemerintah pusat hingga daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, Kementerian/Lembaga dan stakeholder terkait, beserta seluruh masyarakat,” tegas Pimpinan Apel.
Penekanan Tugas untuk Kesiapsiagaan Optimal
Pimpinan Apel juga menyampaikan delapan poin penting sebagai penekanan untuk dipedomani, yang intinya mencakup:
• Deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana.
• Memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana.
•Melaksanakan simulasi tanggap darurat bencana secara rutin.
•Mengedepankan kecepatan dan ketepatan respons dengan kerja sama lintas sektoral.
•Meningkatkan koordinasi dan sinergisitas dengan seluruh stakeholder, termasuk TNI, BNPB, dan pemerintah daerah.
Kehadiran Pasi Ops Kodim 1617/Jembrana bersama jajaran TNI dari 1 Peleton Yonif Mekanis 741/GN dan 1 Peleton Babinsa di lokasi apel, menunjukkan kesiapan matra darat dalam mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan.
Kegiatan Apel ditutup dengan peninjauan sarana dan prasarana pendukung tanggap darurat bencana oleh Forkopimda dan tamu undangan, memastikan bahwa seluruh alat dan logistik siap digerakkan sewaktu-waktu.
Daftar Kehadiran Utama:
• Wakil Bupati Jembrana (I Gede Ngurah Patriana Krisna, S.T., M.T.)
• Kapolres Jembrana (AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K.)
• Pasi Ops Kodim 1617/Jembrana (Kapten Czi Ida Made Putra)
• Danyonif 741/GN (Letkol Inf Ade Mufti Kusuma, S.I.P, M.I.P)
• Perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri, dan DPRD Jembrana.
• Sekda, Kalaksa BPBD, Kasat Pol PP, dan Kepala Pos SAR.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar, dengan total peserta apel kurang lebih 350 orang dari berbagai instansi dan organisasi.
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar