Babinsa Pangyangan Bersama Bupati Jembrana Bahas Pembangunan Desa dan Penguatan Sinergi Daerahv
- account_circle Rossa Rossa
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar

Denpasar, Danrem 163/Wira Satya Ida Idewa Agung Hadisaputra di dampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 163 PD IX Udayana Ny. Ayu Agung Hadisaputra bersama Prajurit dan PNS Korem 163/Wira Satya mengelar Piodalan Pura Ksatria Raksa Bhuana, diikuti sebanyak 300 orang Umat Hindu bertempat di Jalan PB Sudirman Denpasar pada hari Rabu (5/11/2025).
Piodalan kali terasa berbeda karena pusaka Korem 163/Wsa (Duaja Korem 163/Wira Satya) di pendak dari Ruang kerja Danrem di Makorem di iringi gamelan balaganjur dan upakara lainya menuju pura serta nyejer 1 hari 1 malam di pura menambah Hikmadnya dan sakralnya Piodalan kali ini.
Piodalan ini juga di laksanakan dalam rangka meningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa menjadi hal yang penting dan utama dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan yang dianut, Hal ini juga dimplementasikan oleh Keluarga Besar Umat Hindu Makorem 163/Wira Satya.
Piodalan Pura Ksatria Raksa Bhuwana jatuh pada Purnama Kelima Wuku Wayang, Buda Umanis (5/11/2025). Kesiapan upacara piodalan sudah dilakukan jauh hari sebelumnya dengan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan, seperti bebantenan, pembuatan penjor, memasang wastra dan ornamen hiasan lainnya, nunas tirta atau air suci ke Pura Gunung Kawi dan Pura Kayangan Tiga.
Ketua Panitia Piodalan, Kapten Cke I Ketut Sukarsa, menjelaskan, kesiapan upacara piodalan hari ini (Selasa,4/11) sudah rampung semuanya, dimana semua proses penyiapan dilakukan secara gotong royong serta segala bebantenan yang dihaturkan atas petunjuk Ida Pedanda Gede Peling Manuaba dari Geria Batubulan Gianyar.
“Rangkaian kegiatan piodalan dimulai dengan pecaruan di lima titik (natar pura, lebuh/pintu masuk, pelinggih tugu karang, lapangan tembak, depan lobi) kemudian dilanjut prosesi piodalan dan melaksanakan persembahyangan yang dipimpin Sulinggih Ida Pedanda”, ungkap Mayor Budiarta.
Ditambahkannya, upacara pecaruan adalah sebagai wujud menetralisir segala pengaruh negatif dan menjaga keseimbangan alam lingkungan kita, sehingga semua Keluarga Besar Korem 163/Wira Satya akan diberikan keselamatan dan kerahayuan dalam melaksanakan tugas dan aktivitasnya sebagai abdi negara di bidang keamanan dan tugas sosial kemasyarakatan.
Sementara itu Pinandita Mangku Peltu I Gede Dwi Gunantara juga menjelaskan berbagai tetarian wali sebagai kelengkapan pelaksanaan upacara piodalan juga ditampilkan antara lain Tari Rejang Dewa SD Kartika VII/2 Udayana, Tari Rejang Taman Sari PNS Korem 163/Wira Satya, Tari Taksu Bhuwana dan Tari Topeng Sidakarya serta iringan gambelan Sekaa Gong dari Sanggar Tari dan Tabuh Siwer Nadi Swara Denpasar.
Upacara Piodalan Pura Ksatria Raksa Bhuwana tidak saja merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya tepatnya pada Hari Purnama Kelima. Piodalan dimaksudkan tidak hanya sebagai peringatan hari berdirinya Pura tersebut, lebih daripada itu kita memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk senantiasa diberikan keselamatan dan wara nugraha bagi satuan Korem 163/Wira Satya dan juga para personelnya dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang meliputi tanggung jawab kerja wilayah Provinsi Bali.
“Mari kita memohon semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas di hari suci piodalan Pura Ksatria Raksa Bhuwana ini”, ungkap Mangku Gunantara.
Pantauan kegiatan upacara piodalan tersebut diikuti sebanyak 300 orang Umat Hindu yang merupakan Keluarga Besar Personel Makorem 163/Wira Satya baik sipil maupun militer.(Penrem163).
- Penulis: Rossa Rossa

Saat ini belum ada komentar